Anwar Abbas Dorong Muhammadiyah Madura Perkuat Amal Usaha dan Kembangkan Kewirausahaan
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, mendorong penguatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Pulau Madura agar berkembang lebih maju dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Pimpinan dan Warga Muhammadiyah Kabupaten Sampang di Masjid Dakwah, Jalan Durian 4C, Kabupaten Sampang, Minggu (3/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Anwar menilai Madura memiliki potensi besar untuk pengembangan AUM di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, potensi itu perlu dikelola secara terarah agar keberadaan Muhammadiyah di Madura semakin memberi dampak nyata.
“Jadikanlah keadaan yang kita hadapi hari ini di Pulau Madura sebagai sumber motivasi kita untuk melecut diri kita agar ke depan Muhammadiyah Madura betul-betul diperhitungkan,” kata Anwar Abbas.
Ia menegaskan, kemajuan AUM harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga Muhammadiyah. Menurutnya, pembangunan organisasi tidak boleh terlepas dari upaya memperkuat kondisi sosial dan ekonomi anggotanya.
Karena itu, Anwar mendorong semakin banyak warga Muhammadiyah di Madura terlibat dalam dunia usaha dan kewirausahaan. Sebagai organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dari partisipasi masyarakat, Muhammadiyah membutuhkan dukungan kemandirian ekonomi agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Bila di suatu wilayah atau suatu daerah amal usahanya maju, maka Persyarikatannya akan maju. Sebaliknya, mafhum mukhalafah,” ujarnya.
Anwar juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pembangunan Muhammadiyah. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, sementara daerah lain tertinggal, termasuk Madura yang dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh.
Dalam pemaparannya, ia mengajak warga Muhammadiyah menengok kembali sejarah awal persyarikatan. Menurut Anwar, pada masa awal berdirinya di bawah kepemimpinan KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah memiliki basis kuat dari kalangan pedagang dan pengusaha.
“Ini fenomena Muhammadiyah secara nasional, tidak hanya di sini. Kalau kita lihat Muhammadiyah periode awal, Muhammadiyah masa-masa KH Ahmad Dahlan itu sekitar 25 persen lebih itu pengusaha pedagang,” ungkapnya.
Karena itu, ia menilai wajah kewirausahaan Muhammadiyah perlu terus dirawat dan dikembangkan. Ke depan, komposisi warga Muhammadiyah perlu dibangun secara seimbang, tidak hanya melahirkan ilmuwan dan akademisi, tetapi juga pengusaha, organisatoris, dan berbagai profesi lain yang saling melengkapi.
Silaturahmi tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Sampang sekaligus penguatan arah gerak persyarikatan di Pulau Madura. Melalui penguatan amal usaha dan kewirausahaan, Muhammadiyah diharapkan semakin mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan berkemajuan.