Syafiq Mughni: Penyelesaian Konflik Timur Tengah Butuh Kolaborasi Global
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa penyelesaian konflik dan perang di Timur Tengah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor secara global.
Hal ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A Mughni, dalam Pengajian PP Muhammadiyah di Gedung Dakwah, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Menurut Syafiq, sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan, Muhammadiyah memiliki keterbatasan dalam menghentikan konflik berskala internasional. Namun demikian, organisasi tetap memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam isu kemanusiaan.
“Sebagai ormas sosial keagamaan tidak punya pretensi untuk bisa menyelesaikan semua yang kita hadapi, apalagi masalah itu bukan dari kita, tapi dari orang lain dan imbasnya sampai kepada kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa meskipun perdamaian dunia menjadi cita-cita bersama, realitas menunjukkan konflik dan peperangan masih terus terjadi dan berdampak luas secara global. Oleh karena itu, konflik tidak boleh dianggap sebagai hal yang normal, melainkan sebagai tantangan bersama yang harus diatasi.
Syafiq menambahkan, dampak konflik di Timur Tengah tidak hanya dirasakan di kawasan tersebut, tetapi juga berimbas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia mengingatkan pentingnya peran semua pihak untuk melakukan mitigasi dan mencegah dampak yang lebih luas.
Dalam konteks ini, warga Muhammadiyah didorong untuk mengambil peran aktif dalam membantu sesama, khususnya mereka yang terdampak krisis kemanusiaan. Nilai kepedulian tersebut, kata dia, merupakan bagian dari ajaran tauhid yang menjadi dasar gerakan Muhammadiyah.
Pengajian PP Muhammadiyah ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan diplomat, antara lain Hajriyanto Y. Thohari, Yuli Mumpuni Widarso, serta mantan duta besar Indonesia untuk Inggris, Irlandia, dan International Maritime Organization (IMO). Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah berharap dapat mendorong kesadaran kolektif sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam merespons isu kemanusiaan secara lebih bijak dan konstruktif.