Haedar Nashir Soroti Pentingnya Kohesivitas Muhammadiyah dalam Kembangkan Amal Usaha

Haedar Nashir Soroti Pentingnya Kohesivitas Muhammadiyah dalam Kembangkan Amal Usaha
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam acara Halal Bihalal Muhammadiyah Jawa Timur 1447 H di Kantor PWM Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang bersifat kesatuan, bukan federasi, dalam menggerakkan dan mengembangkan amal usaha. Hal itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal Muhammadiyah Jawa Timur 1447 H di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Haedar, karakter persyarikatan yang bersifat menyatu menjadi kekuatan utama Muhammadiyah dalam membangun kohesi organisasi, baik pada tingkat individu maupun kelembagaan.

“Jadi Muhammadiyah ini organisasi yang wataknya adalah kesatuan. Seperti negara NKRI juga ini paralel. Maka dengan sistem perserikatan kita itu meniscayakan kohesivitas yang kuat, baik antara warga-warga kita, sebagai aktor maupun perlembagaan sebagai sistem,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah strategis PWM Jawa Timur dalam mengonsolidasikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di sektor kesehatan. Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memperluas dampak layanan Muhammadiyah secara merata di berbagai daerah.

Namun demikian, Haedar mengingatkan bahwa proses konsolidasi membutuhkan keberanian dari para pengelola amal usaha untuk mengedepankan kepentingan persyarikatan di atas kepentingan masing-masing institusi.

“Jadi coba, harus ada keberanian dari setiap Direktur Rumah Sakit untuk melepas kepentingan-kepentingan masing-masing demi kepentingan persyarikatan… Dampaknya dahsyat nanti. Bukan hanya Jawa Timur, tapi nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, menjelaskan bahwa konsolidasi AUM telah mulai dilakukan secara bertahap, terutama di bidang layanan kesehatan. Ia menilai sejumlah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) telah menunjukkan kemajuan dengan membangun dan mengembangkan rumah sakit sebagai amal usaha strategis.

“Saya melihat banyak PDM alhamdulillah dengan mimpi-mimpi besarnya sudah bisa memulai untuk membangun amal usaha, khususnya di bidang kesehatan,” ungkapnya.

PWM Jawa Timur juga mendorong daerah yang telah memiliki AUM kesehatan yang maju untuk mendampingi wilayah lain yang masih berkembang, guna mempercepat pemerataan layanan.

“Jadi ini artinya sebenarnya ada dari amal usaha bidang kesehatan rumah sakit yang siap untuk ekspansi ke daerah-daerah yang mungkin selama ini belum punya amal usaha bidang kesehatan,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Penasihat Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Timur, serta organisasi otonom tingkat wilayah.

Halal bihalal ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat sinergi dan memperluas kontribusi Muhammadiyah, khususnya dalam pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur.