Salmah Orbayinah Soroti Kasus Pelecehan Seksual di Kampus, Tekankan Penguatan Ketahanan Keluarga

Salmah Orbayinah Soroti Kasus Pelecehan Seksual di Kampus, Tekankan Penguatan Ketahanan Keluarga
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan mahasiswa yang dinilai sebagai tantangan serius di era digital. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah di Aula Kantor PP ‘Aisyiyah, Jumat (17/4/2026).

Salmah menegaskan, berbagai kasus yang terjadi di kampus, mulai dari percakapan bernuansa pelecehan di grup komunikasi hingga ekspresi kolektif bermuatan vulgar, menunjukkan adanya pergeseran perilaku di kalangan generasi muda.

“Ini menjadi keprihatinan bagi kita untuk memperkuat ketahanan keluarga, bagaimana menciptakan keluarga yang sakinah, sehingga anak-anak kita, termasuk mahasiswa, memiliki akidah dan akhlak yang baik,” tegasnya.

Ia menilai fenomena tersebut tidak terlepas dari perubahan lanskap informasi yang dipicu oleh perkembangan media sosial. Arus informasi yang tidak terkontrol dinilai berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku mahasiswa.

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi ‘Aisyiyah dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, khususnya melalui peran keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter.

Salmah menekankan pentingnya penguatan kader di seluruh tingkatan organisasi sebagai respons terhadap persoalan tersebut. Ia meminta seluruh elemen ‘Aisyiyah bergerak aktif hingga ke tingkat akar rumput.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita agar semua majelis terus bergerak, bukan hanya menjalankan program di level pusat, tetapi juga memastikan pimpinan wilayah, daerah, cabang, hingga majelis dan lembaga dapat bergerak bersama melaksanakan program,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut momentum Syawal sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas kader sekaligus mengintensifkan dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat.

“Kita perlu mengembalikan dan memperkuat solidaritas dalam memimpin ‘Aisyiyah serta memperkuat dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan,” pungkasnya.

Penguatan nilai keluarga, kaderisasi, serta dakwah berbasis pemberdayaan dinilai menjadi langkah strategis dalam mencegah dan merespons berbagai bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual di lingkungan mahasiswa.