Lazismu Dorong ZISWAF Produktif untuk Tingkatkan IPM Indonesia dan Perkuat Kesejahteraan Umat
TVMU.TV - Di tengah tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional, Lazismu Pusat mendorong transformasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) agar tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam kegiatan Muhammadiyah Diplomacy Training (MDT) yang diselenggarakan oleh Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Ahad (7/6).
Mujadid menilai pengelolaan filantropi Islam yang produktif memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia.
“Pentingnya transformasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari sekadar bantuan konsumtif menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, zakat tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Zakat tidak boleh dipahami sebatas bantuan karitatif. Zakat harus mampu mengubah mustahik menjadi muzakki dalam menjawab tantangan instrumen ekonomi yang kuat untuk memperkuat sistem kesejahteraan nasional,” ujar Mujadid Rais.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan akses pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan sosial. Dengan demikian, dana filantropi dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.
Mujadid juga menekankan bahwa nilai-nilai yang diperkuat selama Ramadan perlu diterjemahkan menjadi tanggung jawab sosial yang nyata sepanjang tahun. Karena itu, Lazismu terus mengembangkan program-program pemberdayaan yang tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi.
Dalam menghadapi tantangan filantropi modern, Lazismu menetapkan empat sektor prioritas sebagai fokus program pengembangan ke depan, yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Keempat sektor tersebut dinilai memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan nasional.
Melalui strategi filantropi yang lebih transformatif, Lazismu berharap pengelolaan ZISWAF dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang efektif dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan umat, serta mendukung percepatan pembangunan manusia di Indonesia.