Muhammadiyah dan SBPAC Thailand Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Siapkan Beasiswa untuk Pelajar Thailand Selatan
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan The Southern Border Provinces Administrative Centre (SBPAC) Thailand untuk memperkuat kerja sama pendidikan, termasuk membuka peluang program beasiswa bagi mahasiswa dan calon mahasiswa dari Thailand Selatan.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (10/8/2026). Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni mengatakan tindak lanjut teknis kerja sama tersebut akan dikoordinasikan melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA).
“Tindak lanjut akan diserahkan Majelis Dikti Muhammadiyah dan Majelis Dikti akan mengkoordinasikan kegiatannya dengan PTMA,” jelasnya.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Thailand Selatan sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Muhammadiyah dan SBPAC. SBPAC merupakan lembaga pemerintah Thailand yang menangani pembangunan dan koordinasi di wilayah perbatasan selatan Thailand.
Besaran Beasiswa Dibahas Bersama PTMA
Syafiq menjelaskan, besaran beasiswa nantinya tidak ditetapkan secara sepihak. Skema bantuan akan dibicarakan bersama perguruan tinggi tempat mahasiswa asal Thailand Selatan menempuh pendidikan.
“Dan ketika sudah diserahkan ke PP Muhammadiyah atau universitas Muhammadiyah maka berapa besar beasiswa yang diberikan, berapa persen kebutuhan yang dibutuhkan, kita serahkan, kita bicarakan dengan universitas di mana mahasiswa Thailand Selatan ini belajar,” ujarnya.
Menurut Syafiq, mekanisme tersebut memungkinkan masing-masing PTMA menyesuaikan bentuk dukungan dengan kebutuhan mahasiswa dan kapasitas perguruan tinggi.
Selain pendidikan tinggi, Muhammadiyah juga membuka peluang bagi pelajar asal Thailand Selatan untuk belajar di lembaga pendidikan dan pondok pesantren Muhammadiyah.
“Dalam pembicaraan nonformal tadi kami juga membicarakan barangkali ada anak-anak Thailand Selatan mondok atau belajar di pondok pesantren Muhammadiyah, insyaallah kami akan bisa akomodasi,” ujar Syafiq.
Kerja sama pendidikan tersebut bukan sepenuhnya gagasan baru. Pemerintah Thailand melalui SBPAC sebelumnya juga telah membahas perluasan kolaborasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa Thailand dari wilayah perbatasan selatan, bersama Muhammadiyah.
Muhammadiyah Perkuat Kiprah di Thailand Selatan
Bagi Muhammadiyah, kerja sama dengan SBPAC menjadi bagian dari upaya memperluas kemanfaatan Persyarikatan di tingkat internasional, khususnya melalui pendidikan dan pengembangan masyarakat.
“Bahwa apa yang kita lakukan adalah memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya, salah satu di antaranya adalah di dan untuk Thailand Selatan,” ungkapnya.
Syafiq menjelaskan, Muhammadiyah telah memiliki jaringan di Thailand melalui Muhammadiyah Association of Thailand yang berpusat di Yala. Kiprah tersebut juga diperkuat dengan keberadaan lembaga pendidikan dan berbagai aktivitas akademik yang melibatkan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa PTMA di Thailand Selatan. Menurut Syafiq, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga memperluas pengalaman mahasiswa Indonesia.
“KKN memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Pertama mahasiswa kita memperoleh pengalaman hidup di sebuah masyarakat yang berbeda dengan lingkungannya. Mahasiswa juga sedikit banyak belajar Bahasa Thailand,” jelasnya.
Pengalaman tersebut kemudian dibawa mahasiswa ke Indonesia sebagai pengetahuan baru yang dapat dibagikan kepada lingkungan akademik dan masyarakat.
“Mereka membawa wawasan cerita yang bermanfaat untuk disampaikan kepada rekan-rekannya,” imbuhnya.
Di sisi lain, kehadiran mahasiswa Indonesia juga membuka ruang interaksi langsung dengan masyarakat Thailand Selatan.
“Demikian juga masyarakat atau komunitas di Thailand Selatan mendapatkan manfaat dari kehadiran mahasiswa, mereka bisa berkenalan, mereka bisa memberikan lingkungan yang berbeda dan mereka juga mendapatkan pelajaran yang berharga dari mahasiswa Indonesia,” tutur Syafiq.
Dorong Penguatan Muhammadiyah di Thailand Selatan
Selain pendidikan, PP Muhammadiyah mendorong penguatan organisasi Muhammadiyah di Thailand Selatan. Syafiq menyebut keberadaan jaringan Muhammadiyah di Thailand menjadi bagian dari pengembangan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
“Kita adalah Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki sistem organisasi di Thailand, itu kita ikut mendorong untuk ikut perkembangan Muhammadiyah di Thailand Selatan,” ungkap Syafiq.
Menurutnya, pendekatan Muhammadiyah melalui konsep Islam Berkemajuan menjadi salah satu modal dalam membangun kerja sama dengan masyarakat Muslim Thailand Selatan.
“Apa yang diajarkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah kita sebut Islam Berkemajuan yaitu Islam yang moderat, Islam yang wasathiyah yang tidak ekstrem, fleksibel, berdakwah secara bijaksana untuk membawa kemajuan,” jelasnya.
Syafiq meyakini pendekatan tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat Thailand Selatan.
“Dan saya yakin Islam yang diinginkan oleh masyarakat Thailand Selatan adalah Islam seperti yang dikembangkan oleh Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah organisasi terbuka, rasional, demokratis yang memberikan nilai kemajuan,” tegas Syafiq.
Buka Peluang Pertukaran Pegawai
Pertemuan PP Muhammadiyah dan SBPAC juga membahas peluang kerja sama dalam bentuk pertukaran pegawai. Gagasan tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan bagi pegawai dari Thailand Selatan memperoleh pengalaman bekerja di lembaga Muhammadiyah selama sekitar satu hingga dua bulan.
Sebaliknya, pegawai atau dosen Muhammadiyah juga berpeluang melakukan kunjungan dan kegiatan serupa di Thailand Selatan.
Skema pembiayaan yang dibicarakan menggunakan prinsip berbagi tanggung jawab. Biaya perjalanan dari Thailand ke Indonesia direncanakan ditanggung pihak Thailand, sedangkan kebutuhan selama berada di Indonesia ditanggung Muhammadiyah. Mekanisme sebaliknya berlaku ketika pegawai atau dosen Muhammadiyah berkunjung ke Thailand Selatan.
Namun, skema pertukaran pegawai tersebut belum menjadi bagian dari substansi MoU yang ditandatangani dan masih berupa peluang kerja sama yang dapat dikembangkan pada tahap berikutnya.
Syafiq berharap MoU tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi segera diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua pihak.
“PP Muhammadiyah menyampaikan apresiasi SBPAC yang bersedia untuk melakukan kerja sama ini. Kita berdoa apa yang menjadi kesepakatan dalam MoU ini bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya.