Kemendikdasmen Kucurkan Rp5,6 Triliun untuk Pemulihan Sekolah Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra
TVMU.TV - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelontorkan anggaran sebesar Rp5,6 triliun untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Komitmen tersebut dipaparkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 23 September 2026.
Mu'ti menegaskan bahwa seluruh 4.922 sekolah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut kini telah berhasil menyelenggarakan kembali proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebanyak 4.821 sekolah kembali menggunakan bangunan awal, 99 sekolah memanfaatkan Ruang Kelas Darurat (RKD), dan dua sekolah sisanya menumpang sementara.
“Secara keseluruhan total dukungan Kemendikdasmen untuk pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra saat ini mencapai Rp5,6 triliun. Dari jumlah tersebut porsi terbesar kami salurkan untuk bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan total anggaran Rp3,03 triliun,” ungkap Abdul Mu’ti.
Penyaluran bantuan fisik berjalan intensif melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 3.132 sekolah penerima revitalisasi, di mana Rp2,63 triliun dana fisik telah ditransfer langsung ke rekening sekolah. Tercatat 562 sekolah telah menuntaskan pembangunan 100 persen dan 1.954 sekolah mencapai progres fisik di atas 50 persen.
Di samping itu, Kemendikdasmen mengusulkan relokasi bagi 97 sekolah yang berada di zona rawan bencana, dengan rincian 34 sekolah dalam tahap konstruksi dan 63 sekolah menunggu kepastian legalitas lahan.
Dukungan non-fisik turut disalurkan mencakup bantuan Rp315,08 miliar untuk 52.513 guru dan tenaga kependidikan terdampak, program trauma healing dan mitigasi bagi 90.962 pendidik, serta alokasi Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp1,16 triliun bagi 1,5 juta murid. Fasilitas pendukung seperti mebeler, laboratorium, perlengkapan vokasi SMK, hingga 2,09 juta eksemplar buku pelajaran juga disuplai bertahap.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memberikan apresiasi atas gerak cepat dan integrasi data pemulihan sektor pendidikan yang dinilainya memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Capaian dari Kemendikdasmen ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam, kita bekerja keras dan terus berkolaborasi, serta hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Tito.
