Dadang Kahmad: Media Muhammadiyah Harus Utamakan Kebenaran, Bukan Sekadar Trafik
TVMU.TV - Insan media di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dituntut tidak terjebak pada perburuan trafik dan popularitas. Di tengah derasnya arus informasi digital, media Muhammadiyah dinilai harus tetap mengutamakan akurasi, kualitas, dan kebenaran informasi untuk menjaga kepercayaan publik.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad, saat membuka Jambore Media Afiliasimu #3 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (12/8).
“Kita membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar. Tidak hanya ramai, tetapi juga bermutu. Tidak hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik,” katanya.
Menurut Dadang, tantangan media saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan informasi, melainkan melimpahnya informasi yang beredar dengan kecepatan tinggi. Kondisi tersebut membuat masyarakat menghadapi semakin banyak pilihan informasi, tetapi tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya.
Persoalan semakin kompleks ketika rendahnya literasi digital membuat informasi hoaks dan berita bohong mudah menyebar. Dalam kondisi tersebut, respons emosional terhadap informasi juga kerap mengalahkan sikap rasional dan kritis.
Tabayyun Jadi Etika Media Muhammadiyah
Dadang menegaskan media Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kualitas informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Menurutnya, prinsip tabayyun atau memeriksa dan memastikan kebenaran informasi harus menjadi bagian penting dalam kerja jurnalistik maupun produksi konten media Muhammadiyah.
“Karena itu, media Muhammadiyah harus menjadi penjaga kualitas informasi. Prinsip tabayyun harus menjadi etika utama dalam pengelolaan media kita. Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran,” ungkapnya.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi yang tidak dapat dibendung juga menghadirkan peluang bagi Muhammadiyah. Ruang digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas penyebaran gagasan, nilai, serta berbagai praktik baik yang selama ini dilakukan Persyarikatan.
Karena itu, menurut Dadang, insan media Muhammadiyah tidak cukup hanya menguasai perangkat dan teknologi produksi konten. Mereka juga perlu memiliki wawasan keislaman dan Kemuhammadiyahan, integritas, literasi digital, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Media Tak Cukup Mengejar Konten Viral
Dadang berharap Jambore Media Afiliasimu #3 menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman bagi insan media Muhammadiyah. Forum tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat kesadaran mengenai tanggung jawab media dalam membangun masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan media tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penonton, pengikut, atau konten yang viral. Lebih dari itu, media perlu menghasilkan informasi yang memberikan manfaat dan mendorong perubahan positif.
“Karena tujuan akhir media Muhammadiyah bukan sekadar viralitas, tetapi kemanfaatan. Bukan sekadar pengakuan, tetapi perubahan positif di tengah masyarakat. Bukan sekadar memperbesar jumlah pengikut, tetapi memperbesar pengaruh kebaikan,” imbuhnya.
Pesan tersebut menempatkan media Muhammadiyah pada posisi yang tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan dakwah dan pencerdasan publik. Di tengah persaingan merebut perhatian di ruang digital, akurasi dan integritas menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan sekaligus memperluas pengaruh kebaikan.