Abdul Mu’ti Titip 3P kepada Monica Subastia untuk Perkuat Nasyiatul Aisyiyah
TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menitipkan tiga prinsip kepemimpinan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Monica Subastia.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri penutupan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026). Ia berharap kepemimpinan baru NA mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi perempuan muda dalam membangun peradaban.
Mu’ti juga mengapresiasi kepemimpinan PPNA periode 2022–2026 di bawah Ariati Dina Puspitasari. Ia menilai estafet kepemimpinan kepada Monica Subastia menjadi momentum untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan gerakan Nasyiatul Aisyiyah.
Mu’ti secara khusus mengapresiasi pidato perdana Monica setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PPNA periode 2026–2030. Menurutnya, pidato tersebut menunjukkan kapasitas Monica sebagai pemimpin perempuan muda.
“Saya ikuti dengan seksama pidato Ayunda Monica tadi begitu luar biasa menggambarkan seorang pemimpin perempuan yang sangat cerdas. Seorang pemimpin yang saya yakin akan membawa NA benar-benar menjadi gerakan perempuan muda yang berkemajuan, dan berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa,” ujar Mu’ti.
Empat Makna Amanah dalam Kepemimpinan
Dalam pesannya kepada kepengurusan baru, Mu’ti mengingatkan pentingnya menjalankan kepemimpinan secara amanah. Ia merujuk konsep amanah dalam Al-Qur’an yang menurutnya setidaknya memiliki empat dimensi, yakni kepercayaan (trust), profesionalisme, tanggung jawab, dan beban yang harus dipikul di tengah berbagai tantangan.
Ia mengingatkan jajaran PPNA agar tidak kehilangan energi dan komitmen dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan.
“Jangan sampai ada yang lepas, jangan sampai ada yang ‘mbrodol, mrotoli’ (istilah bahasa Jawa yang berarti lepas). Kalau dalam istilah Bung Karno jangan menjadi pemimpin yang sontoloyo dan jangan loyo. Jadi yang sontoloyo inilah yang merupakan lawan dari Islam berkemajuan,” ucapnya.
Untuk menerjemahkan amanah tersebut ke dalam kepemimpinan organisasi, Mu’ti menawarkan tiga prinsip yang disebutnya sebagai 3P, yakni Promises, Policy, dan Practice.
Menurutnya, janji atau komitmen harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang jelas dan diwujudkan melalui praktik nyata. Ketiga prinsip tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi PPNA dalam menjalankan program selama periode 2026–2030.
“Dengan 3 prinsip itu saya yakin 4 tahun ke depan NA akan terus tampil menjadi perempuan-perempuan muda berkemajuan yang membangun peradaban Indonesia dan peradaban dunia yang berkelanjutan,” tegas Mu’ti.
Dorong Sinergi Nasyiatul Aisyiyah dan Pemerintah
Selain memberikan pesan kepemimpinan, Mu’ti mengajak Nasyiatul Aisyiyah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.
Mu’ti yang juga menjabat sebagai Mendikdasmen menyebut terdapat sejumlah program yang dapat disinergikan antara pemerintah dan Nasyiatul Aisyiyah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pendidikan bermutu sekaligus memperluas peran perempuan muda sebagai agen perubahan.
Estafet kepemimpinan dari Ariati Dina Puspitasari kepada Monica Subastia dengan demikian tidak sekadar menjadi pergantian kepemimpinan organisasi. Momentum tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru PPNA untuk menerjemahkan visi “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan” ke dalam program dan aksi yang lebih konkret selama periode 2026–2030.