Muktamar XVI, Tapak Suci Targetkan Organisasi Modern dan Mendunia
TVMU.TV - Tapak Suci Putera Muhammadiyah meneguhkan arah pengembangan organisasi menuju perguruan pencak silat yang mandiri, modern, profesional, dan berjejaring global. Modernisasi tersebut tetap akan berpijak pada iman, akhlak, ilmu, persaudaraan, dan filosofi perjuangan Tapak Suci.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, menyampaikan komitmen tersebut dalam Opening Ceremony Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).
Muktamar XVI diikuti peserta dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara. Ribuan anggota dan kader Tapak Suci turut memadati kawasan Simpang Lima Semarang dalam pembukaan agenda permusyawaratan organisasi tersebut.
Afnan mengatakan, perkembangan Tapak Suci tidak dapat dilepaskan dari perannya sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah. Menurutnya, pembinaan Tapak Suci tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan manusia yang memiliki iman, akhlak, kesehatan, kedisiplinan, dan prestasi.
“Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan bagian penting dari perjalanan dakwah dan Muhammadiyah dalam membangun manusia yang beriman, berakhlak, sehat, disiplin dan berprestasi,” ujarnya.
Tapak Suci Hadir di 36 Provinsi dan 24 Negara
Sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, Tapak Suci kini berkembang di 36 provinsi di Indonesia dan hadir di 24 negara. Perkembangan tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi organisasi untuk meningkatkan tata kelola, pelayanan anggota, dan kualitas kaderisasi.
Afnan menilai perubahan zaman menuntut Tapak Suci beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, penguatan administrasi dan pendataan secara nasional, koordinasi antartingkatan kepemimpinan, serta kaderisasi menjadi sejumlah agenda penting untuk membangun organisasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Namun, modernisasi tidak boleh membuat Tapak Suci kehilangan identitasnya.
“Namun modernisasi itu tetap kita bingkai dengan nilai luhur Tapak Suci yaitu iman, akhlak, ilmu, persaudaraan dan filosofi perjuangan harus tetap dijadikan sebagai fondasi utama,” tegasnya.
Perkuat Pembinaan Atlet dengan Sport Science
Penguatan organisasi juga diarahkan pada peningkatan prestasi atlet. Afnan mengatakan Tapak Suci telah berkontribusi melalui atlet-atlet yang meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Ke depan, sistem pembinaan atlet akan diperkuat dengan pendekatan sport science. Aspek teknik, fisik, mental, nutrisi, hingga evaluasi performa akan menjadi bagian dari pembinaan untuk meningkatkan kualitas atlet.
“Alhamdulillah Tapak Suci telah menunjukkan prestasi dengan memberikan sumbangan yang tidak kecil kepada negara dengan para atletnya yang berhasil menyumbangkan prestasi dalam event kejuaraan internasional maupun tingkat nasional,” ungkapnya.
Penguatan pembinaan juga ditopang pembangunan padepokan modern Tapak Suci di Umbulharjo, Yogyakarta. Padepokan tersebut dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi yang terdiri atas tiga lantai.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan atlet, kader, dan pendekar sekaligus mendukung pengembangan organisasi. Afnan mengapresiasi dukungan Muhammadiyah, pemerintah, serta berbagai pihak yang turut membantu pembangunan padepokan tersebut.
Muktamar Jadi Momentum Penguatan Kebersamaan
Afnan menegaskan berbagai capaian Tapak Suci merupakan hasil dukungan banyak pihak. Muhammadiyah di berbagai tingkatan, pemerintah, instansi terkait, perguruan tinggi, dunia usaha, media, hingga anggota Tapak Suci disebut menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung perkembangan organisasi.
Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk menjaga rasa syukur dan kebersamaan dalam menjalankan amanah organisasi.
Muktamar XVI juga menjadi momentum pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan Tapak Suci. Dalam agenda tersebut direncanakan penganugerahan anggota kehormatan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang, serta pelantikan pendekar kehormatan kepada sejumlah tokoh lainnya.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkuat hubungan dan kolaborasi Tapak Suci dengan berbagai pemangku kepentingan.
Afnan berharap dukungan dan kolaborasi tersebut terus berkembang sehingga Tapak Suci mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus memperluas kontribusinya bagi Muhammadiyah, bangsa, dan dunia.
“Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” pungkasnya.