Anwar Abbas Sebut Indonesia Perlu Belajar Perkembangan Ekonomi China
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong para pelaku usaha di tanah air untuk mengambil pelajaran berharga dari lompatan ekonomi Tiongkok yang berhasil bertransformasi dari negara berkembang menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia.
Pesan strategis tersebut ditegaskan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., menanggapi capaian program Business Trip Tiongkok yang digagas oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sejak Agustus hingga September 2026.
Anwar menilai percepatan teknologi dan efisiensi ekosistem industri Tiongkok dalam lima dekade terakhir patut dijadikan rujukan bagi kemajuan dunia usaha nasional.
“Kita harus belajar dari China. Lima puluh tahun yang lalu, China belum menjadi apa-apa. Tetapi hari ini, China telah menjadi kekuatan besar ekonomi dunia. Kita berharap Indonesia akan bisa menyusul,” ungkap Anwar Abbas di Jakarta.
Sebagai bentuk konkret, SUMU memboyong 52 pengusaha Indonesia dalam agenda Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok ke Yiwu, Provinsi Zhejiang, pada Agustus 2026. Perjalanan tersebut membuahkan kerja sama bisnis di sektor pembuatan karbon aktif (briket arang) hingga pengadaan mesin produksi bagi asosiasi perajin knalpot di Purbalingga, Jawa Tengah.
Salah satu peserta rombongan, Fata Zaki, menuturkan bahwa keunggulan utama industri Tiongkok terletak pada integrasi teknologi di seluruh rantai pasok usaha.
“Salah satu hal yang menarik dari China adalah bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung bisnis dan industri. Kita bisa melihat bagaimana teknologi tidak hanya menjadi alat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari cara mereka mengembangkan usaha,” papar Fata Zaki.
Melengkapi ekspansi bisnis di Yiwu, SUMU melanjutkan kunjungan ke Beijing pada September 2026 dengan memboyong para delegasi menghadiri China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 di Shougang Park, Beijing.
Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, memungkas bahwa inisiasi ini bertujuan untuk menjaring transfer teknologi dan alih pengetahuan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal di Indonesia.
