Baitul Arqom Tendik UMSU, Saad Ibrahim Minta Kader Muhammadiyah Padukan Keislaman, Sains, dan Jejaring Publik

Baitul Arqom Tendik UMSU, Saad Ibrahim Minta Kader Muhammadiyah Padukan Keislaman, Sains, dan Jejaring Publik
Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim saat menghadiri Pembinaan Baitul Arqom bagi jajaran Tenaga Kependidikan (Tendik) UMSU di BBPPMPV BBL, Jalan Setia Budi Nomor 75, Helvetia, Medan, Selasa (22/9). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Pembinaan Baitul Arqom bagi jajaran Tenaga Kependidikan (Tendik) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL), Jalan Setia Budi Nomor 75, Helvetia, Medan, pada Selasa malam, 22 September 2026.

Dalam pengarahan yang berlangsung pukul 20.15 hingga 22.00 WIB tersebut, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H. Saad Ibrahim, M.A., menekankan pentingnya kader Muhammadiyah memahami risalah Islam Berkemajuan secara komprehensif dengan memadukan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Maqbulah bersama penguasaan sains serta ilmu pengetahuan modern.

Saad menegaskan bahwa pengamalan nilai-nilai keislaman di lingkungan Persyarikatan harus memiliki pijakan metodologis yang kuat melalui perangkat usul fikih, ilmu hadis, dan metode tarjih. Hal ini krusial agar para kader memiliki kesadaran toleransi dan kedewasaan dalam menyikapi dinamika perbedaan ijtihad (khilafiah).

Menurut mantan Ketua PWM Jawa Timur ini, pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, sejak awal telah meletakkan fondasi integrasi pendidikan yang memadukan ilmu agama (nash) dengan ilmu pengetahuan umum, seperti matematika, geografi, hingga astronomi (ilmu falak).

Oleh karena itu, Saad mendorong seluruh elemen tenaga kependidikan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar tidak membatasi diri pada tugas-tugas administratif internal. Para kader dituntut untuk mengasah kompetensi, aktif di ruang publik, serta membangun jejaring strategis dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi.

Mengutip pesan moral Surah Ali 'Imran ayat 139, Saad mengemukakan bahwa rasa bangga ber-Muhammadiyah harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata dan kemandirian, bukan kesombongan.

“Jangan merasa lemah dan jangan pula bersedih hati. Kebanggaan ber-Muhammadiyah harus diwujudkan melalui kerja nyata, kemandirian, dan orientasi masa depan untuk kemajuan bangsa,” tegas Saad Ibrahim.