Dewan Pakar MDMC Dorong Integrasi Kurikulum Kebencanaan di Sekolah dan Kampus Muhammadiyah
TVMU.TV - Dewan Pakar Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rahmawati Husein, mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kebencanaan melalui integrasi kurikulum di seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
Langkah ini dinilai krusial agar kesiapsiagaan bencana tidak hanya mengandalkan lini respons darurat MDMC, tetapi juga tertanam pada seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Jadi bukan hanya MDMC-nya yang kuat atau di wilayahnya yang kuat, tapi amal usahanya juga turut tangguh,” ujar sosok yang akrab disapa Ama tersebut saat ditemui di sela Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) MDMC PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat, 11 September 2026.
Ama menuturkan, beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) sebenarnya telah menginisiasi pendidikan kebencanaan dalam program studinya. Namun, skema pembelajaran tersebut dinilai belum diterapkan secara masif di seluruh jaringan pendidikan Persyarikatan.
“Kedokteran bencana itu baru UAD atau fisioterapi bencana misalnya, atau beberapa blok di keperawatan dan kedokteran UMY sudah sering. Kemudian juga magister rumah sakit, tapi belum masif,” ungkapnya.
Menurut Ama, membekali warga sekolah dan kampus dengan pengetahuan serta keterampilan mitigasi merupakan kunci meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa saat musibah terjadi tanpa diduga.
“Coba bayangkan kalau gempa di sekolah Muhammadiyah saat jam sekolah. Kalau kurikulumnya tidak terintegrasikan dengan pendidikan mitigasi bencana, mau SD, SMP sampai perguruan tinggi bisa semua siswa dan mahasiswa jadi korban,” tegas Ama.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya membangun ketangguhan masyarakat di wilayah rawan agar mampu bertindak sebagai penolong pertama (first responder) sebelum bantuan luar tiba di lokasi bencana.
“Karena kalau menunggu pemerintah bisa jadi kelamaan. Minimal dengan peran Muhammadiyah yang mendidik dan menyampaikan ilmu, masyarakat dapat tangguh, mengurangi risiko kehilangan jiwa, kesakitan, bahkan kerugian di rumahnya sendiri,” pungkasnya.
