MDMC Peringatkan Bahaya Silika Tajam Abu Vulkanik dan Imbau Warga Pakai Masker N95
TVMU.TV - Peringatan serius datang dari tim medis kebencanaan terkait bahaya erupsi gunung api. Abu vulkanik rupanya bukan sekadar debu biasa, melainkan material berbahaya yang mengandung partikel silika tajam menyerupai mikro serpihan kaca yang dapat mengancam kesehatan saluran pernapasan manusia.
Ketua Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dr. Corona Rintawan, menegaskan bahwa akibat ukurannya yang sangat halus, partikel abu vulkanik sangat mudah terhirup hingga merusak organ paru-paru.
“Sekarang mungkin tidak terasa efeknya, tetapi dalam jangka waktu lama bisa terasa efeknya,” ujar dr. Corona saat memberikan imbauan kesehatan pada Selasa, (8/9).
Menurut dr. Corona, paparan debu mikroskopis tersebut berpotensi memicu berbagai tingkat keparahan, mulai dari iritasi ringan hingga peradangan parah. Ancaman ini bertambah fatal bagi kelompok rentan—seperti penderita asma, bronkitis, penderita penyakit jantung, anak-anak, lansia, hingga ibu hamil.
Tak berhenti pada saluran pernapasan, paparan abu vulkanik juga rentan memicu iritasi mata serta kulit. Di sisi lain, partikel abu yang melayang dan jatuh ke sungai, sumur, maupun sumber mata air warga dapat merusak kualitas air bersih yang dikonsumsi harian.
Untuk menekan risiko bahaya tersebut, masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruang. Apabila terpaksa harus keluar rumah, dr. Corona menyarankan penggunaan alat pelindung diri khusus. Masker jenis N95 atau N100 menjadi rekomendasi utama karena mampu menyaring partikel halus dengan jauh lebih optimal.
Namun, jika keberadaan masker N95 sulit diakses atau harganya melambung tinggi di pasaran, warga diminta tetap menggunakan masker jenis apa pun yang ada demi perlindungan minimal.
“Jika memang dirasa tidak memungkinkan untuk membeli masker yang ideal, lebih baik menggunakan masker apa pun yang tersedia. Meskipun idealnya tetap menggunakan masker N95,” tegasnya.
Sementara untuk sanitasi di area dalam rumah, dr. Corona mengingatkan agar masyarakat selalu membasahi permukaan yang tertutup abu sebelum disapu atau dibersihkan. Teknik ini penting untuk mencegah partikel silika kembali terbang dan terhirup.
Ia mengimbau publik tetap tenang dan memantau informasi resmi dari Kementerian Kesehatan serta pihak berwenang. Jika muncul gejala gangguan pernapasan seusai terpapar abu, warga diminta segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.
“Intinya, jangan meremehkan. Untuk kelompok rentan, agar diusahakan mengurangi atau tidak beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.
