Dosen FAI UMS Ini Raih Best Paper di Forum Ekonomi Islam Internasional

Dosen FAI UMS Ini Raih Best Paper di Forum Ekonomi Islam Internasional
Dosen FAI UMS, Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., berhasil meraih penghargaan best paper pada forum internasional World Islamic Economics and Finance Conference (WIEFC) 2026 di Pakistan. Foto: UMS.

TVMU.TV - Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., berhasil meraih penghargaan best paper pada forum internasional World Islamic Economics and Finance Conference (WIEFC) 2026 di Pakistan.

Karya ilmiah berjudul “Public Perception of Islamic Banking: A Social Network Analysis” yang ditulis bersama mahasiswanya, Eva Triyulianti, berhasil mengungguli sejumlah makalah dari berbagai negara.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Social Network Analysis (SNA) untuk memetakan percakapan dan sentimen publik tentang perbankan syariah di media sosial Indonesia.

"Metode ini memungkinkan analisis hubungan antarakun, sentimen, hingga pola diskusi digital secara lebih terstruktur," kata Subhi, Senin (9/2/2026).

Hasil riset menunjukkan bahwa sentimen publik terhadap bank syariah bersifat fluktuatif dan sangat dipengaruhi isu aktual. Diskusi didominasi oleh kelompok usia 25-34 tahun, dan ditemukan kesenjangan pemahaman antara laki-laki dan perempuan. Riset ini juga berhasil memetakan tema pembicaraan, hashtag populer, serta influencer yang berperan membentuk opini.

“Data percakapan media sosial bisa menjadi bahan evaluasi bagi bank syariah dan regulator untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran,” ujar Subhi.

Ia berharap temuan ini dapat menjadi rujukan akademik sekaligus memperluas penggunaan metode SNA dalam penelitian hukum dan ekonomi syariah.

Subhi juga menekankan pentingnya kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penelitian untuk memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas SDM di bidang ekonomi Islam.

Konferensi WIEFC 2026 yang diselenggarakan di Minhaj University Lahore, Pakistan, pada 24-25 Januari itu dihadiri oleh para pakar ekonomi Islam internasional.

Melalui pencapaian ini, Subhi berharap hasil penelitiannya dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah di Indonesia.