Inovasi QryptoPay Mahasiswa UMS Raih Silver Medal di IPITEX Thailand
TVMU.TV - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di ajang internasional. Tim QryptoPay dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS berhasil meraih Silver Medal pada International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) yang digelar di Thailand.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi platform Hybrid Crypto & QR Payment dengan sistem real-time conversion yang dirancang tetap patuh terhadap regulasi Indonesia. Inovasi ini menawarkan solusi pemanfaatan aset kripto tanpa melanggar ketentuan bahwa kripto bukan alat pembayaran sah di Tanah Air.
Leader Tim QryptoPay Gunawan Hafiz Januar, bersama anggota Muhammad Wahyu Jati, Wahyu Reihan Nur Khabib, dan Satria Maulana Hidayat, menjelaskan bahwa QryptoPay merupakan Centralized Exchange (CEX) berbasis inovasi yang menjembatani aset kripto dengan aktivitas ekonomi harian masyarakat.
“QryptoPay hadir dengan arsitektur dual wallet dan integrasi QRIS nasional untuk mengeksekusi konversi otomatis aset kripto menjadi Rupiah secara instan. Dengan mekanisme ini, transaksi tetap legal, cepat, dan transparan,” terangnya, Sabtu (17/1).
Gunawan mengungkapkan, gagasan QryptoPay berangkat dari keprihatinan terhadap fenomena “kekayaan yang terpenjara”. Ia menilai jutaan investor kripto di Indonesia menyimpan aset bernilai besar, namun cenderung statis akibat proses pencairan yang rumit dan memakan waktu.
“Padahal jika likuiditas digital ini bisa mengalir dengan cepat, dampaknya sangat besar bagi ekonomi riil, khususnya UMKM. QryptoPay kami rancang untuk mengalirkan dana digital langsung ke ekonomi kerakyatan melalui Rupiah,” jelasnya.
Keunggulan utama QryptoPay terletak pada kemampuan real-time conversion yang didukung Auto-Liquidation Engine berbasis off-chain market maker. Sistem ini memungkinkan konversi aset digital ke Rupiah berlangsung dalam hitungan milidetik, sehingga pengalaman pengguna menyerupai transaksi dompet digital konvensional.
Dari sisi kepatuhan, QryptoPay menempatkan regulasi sebagai fondasi utama pengembangan. Gunawan menegaskan bahwa platform ini menjaga kedaulatan Rupiah sesuai mandat Bank Indonesia, memposisikan kripto sebagai komoditas di bawah pengawasan Bappebti, serta mengintegrasikan pemotongan pajak otomatis sesuai PMK Nomor 68 Tahun 2022.
Lebih lanjut, ia menilai QryptoPay mampu menjadi jawaban atas hambatan likuiditas di Indonesia. Dengan menghubungkan aset kripto langsung ke sektor UMKM, platform ini diharapkan mendorong percepatan sirkulasi uang dan memperkuat ekonomi riil secara lebih merata.
Perjalanan QryptoPay hingga tampil di IPITEX Thailand diakui tidak mudah. Tim harus memadukan kompleksitas teknologi blockchain dengan sistem pembayaran nasional yang ketat, sekaligus membangun keamanan siber yang andal dan menekan latensi transaksi.
Keberhasilan meraih Silver Medal di IPITEX, menurut Gunawan, ditopang oleh kebaruan inovasi sebagai platform hybrid CEX–QRIS pertama di Indonesia, efisiensi transaksi real-time, serta kepatuhan regulasi yang berdampak langsung bagi penguatan UMKM.
“Ini adalah pengakuan bahwa ekosistem pendidikan di UMS telah berkembang menjadi inkubator inovasi kelas dunia yang mampu melahirkan pionir-pionir masa depan,” paparnya.