Jamaah Haji Lansia Asal Brebes Sempat Terpisah, Pertemuan Haru di Madinah Usai Dirawat

Jamaah Haji Lansia Asal Brebes Sempat Terpisah, Pertemuan Haru di Madinah Usai Dirawat
Pasangan jamaah haji asal Brebes, Jawa Tengah, yang sempat terpisah selama dua hari di Madinah akibat kondisi kesehatan. Foto: MCH 2026.

TVMU.TV - Kisah haru dialami pasangan jamaah haji asal Brebes, Jawa Tengah, yang sempat terpisah selama dua hari di Madinah akibat kondisi kesehatan. Jauhari (81) akhirnya kembali bertemu dengan istrinya, Roisa (75), setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa ini bermula saat Jauhari dirujuk ke Saudi German Hospital karena mengalami demam disertai penurunan kesadaran. Saat mulai sadar, ia tampak kebingungan dan terus memanggil nama sang istri.

Mengetahui kondisi tersebut, petugas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) segera memfasilitasi pertemuan keduanya di rumah sakit. Momen tersebut berlangsung penuh haru ketika Jauhari kembali tersenyum saat melihat istrinya yang setia mendampingi.

“Kulo pingin selamet bareng, kulo pingin kaji bareng kalih Bapak,” tutur Roisa dengan suara lirih.

Dokter yang menangani, dr. Rizkyana, menjelaskan bahwa kondisi Jauhari sempat mengarah pada gejala demensia. Namun setelah observasi lanjutan, gangguan tersebut dipastikan bersifat sementara.

“Alhamdulillah saat ini kondisinya sudah stabil dan sudah melewati fase kritisnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, jamaah lansia memang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi selama menjalankan ibadah haji, sehingga membutuhkan pemantauan intensif dari tim medis.

“Pada usia lanjut, kondisi seperti ini memang cukup rentan, sehingga perlu pengawasan intensif,” lanjutnya.

Saat ini, kondisi Jauhari berangsur membaik dan sudah dapat kembali beraktivitas. Pertemuan dengan sang istri menjadi momen penguat, tidak hanya bagi keduanya, tetapi juga bagi petugas dan jamaah lain yang menyaksikan.

Kisah ini mencerminkan bahwa pelayanan haji tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan sentuhan kemanusiaan bagi jamaah Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.