Kolaborasi Muhammadiyah–KKP Perkuat Hilirisasi Pesisir dan Ekonomi Biru Nasional

Kolaborasi Muhammadiyah–KKP Perkuat Hilirisasi Pesisir dan Ekonomi Biru Nasional
Konsorsium Pesisir, Kelautan, dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (KPKP PTMA) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPK KKP) di Gedung Mina Bahari III, Kamis (4/12). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Konsorsium Pesisir, Kelautan, dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (KPKP PTMA) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPK KKP).

Penandatanganan berlangsung bertepatan dengan Rakernis DJPK KKP bertema “Laut Sehat, Konservasi Kuat, Indonesia Sejahtera” di Gedung Mina Bahari III, Kamis (4/12/2025).

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan usaha garam di kawasan sentra ekonomi garam rakyat (SEGAR), pengelolaan sampah laut, rehabilitasi dan restorasi ekosistem pesisir serta laut, termasuk program pengelolaan karbon biru.

Rencana aksi yang disusun meliputi identifikasi potensi lahan garam dan sertifikasi petambak garam dalam lima tahun, pendampingan UMKM pengelola sampah plastik laut, pendampingan pengelolaan karbon biru, serta pembibitan dan penanaman mangrove.

Program ini menargetkan pemenuhan kebutuhan garam di kawasan SEGAR, peningkatan kesadaran masyarakat pesisir mengenai sampah yang bernilai ekonomis, serta pembentukan model pengelolaan karbon biru yang dapat diadopsi daerah lain.

PKS ditandatangani oleh Ketua KPKP PTMA sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Endang Rudiatin, M.Si., dan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, A. Koswara. Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Muhammadiyah dan KKP yang ditandatangani pada Maret 2025.

Konsorsium yang beranggotakan para ahli dan fasilitator multidisipliner PTMA ini akan menjalankan program bersama kampus-kampus Muhammadiyah di wilayah pesisir yang memiliki program studi kelautan dan perikanan, serta riset pengelolaan sumber daya laut. Universitas Muhammadiyah Pontianak, Riau, Maluku Utara, Jakarta, Yogyakarta, Kupang, dan Tarakan menjadi penggerak utama, disusul PTMA di Pantai Utara Jawa, Bali, dan Kalimantan Barat.

Dalam pelaksanaan visi-misinya, KPKP PTMA mengintegrasikan konsep ekonomi biru dengan ekonomi syariah untuk memberdayakan masyarakat pesisir berdasarkan potensi sumber daya, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem dan budaya masyarakat setempat. Seluruh aktivitas hilirisasi dijalankan melalui pendekatan multi dan intradisipliner agar tepat guna.

Acara penandatanganan turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan laut sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dr. Endang Rudiatin berharap kerja sama ini mempercepat agenda hilirisasi di sektor pesisir agar nelayan semakin berdaya dalam mengelola aset laut.

“Yang paling utama, kami insya Allah berusaha agar usaha garam rakyat dapat bermunculan setiap tahun,” ujarnya.

Dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, hadir Prof. Jamhari Makruf dan Dr. Andi Bawono yang akan mengawal dan memonitor implementasi program.