Kurma Ajwa Madinah Tetap Jadi Primadona Jemaah Haji, Ini Keistimewaan dan Khasiatnya
TVMU.TV - Kurma Ajwa masih menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak diburu jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi. Selain memiliki cita rasa khas, kurma yang berasal dari Madinah ini juga dikenal luas karena nilai sejarah dan keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.
Kurma Ajwa memiliki ciri fisik yang mudah dikenali dibandingkan jenis kurma lainnya. Warna buahnya cenderung hitam pekat dengan tekstur lembut dan rasa manis yang khas.
Strategic Director Castle Farm Dates, Dr. Abdulmoizz Shakeel, mengatakan kurma Ajwa menjadi salah satu varietas kurma yang paling diminati masyarakat Muslim dari berbagai negara.
“Kurma Ajwa merupakan kesukaan Nabi. Kurma ini mudah dikenali dengan warna yang hitam, rasa manis, dan lembut,” kata Abdulmoizz dalam keterangan persnya, Ahad (13/6).
Castle Farm Dates, salah satu pengelola perkebunan kurma terbesar di Madinah, mengelola lahan seluas 60 hektare yang didominasi tanaman kurma Ajwa. Menurut Abdulmoizz, selain unggul dari sisi rasa, pohon kurma Ajwa juga memiliki karakteristik berbeda dibandingkan varietas kurma lainnya.
Ia menjelaskan, pohon Ajwa sudah dapat berbuah meski ukurannya belum terlalu tinggi. Namun, untuk menghasilkan buah berkualitas premium, diperlukan perawatan yang intensif dan berkelanjutan.
“Perawatannya harus ekstra untuk menghasilkan buah terbaik. Jika ingin buahnya besar, maka harus sering dipetik. Kalau didiamkan saja sejak berbuah, maka buahnya akan kecil,” jelasnya.
Sebagai pengelola generasi ketiga perkebunan tersebut, Abdulmoizz menilai kualitas kurma Ajwa sangat dipengaruhi proses budidaya, mulai dari pemeliharaan pohon hingga panen.
Selain dikenal karena kualitas dan cita rasanya, kurma Ajwa juga memiliki nilai spiritual yang kuat bagi umat Islam. Keutamaan kurma ini disebutkan dalam sejumlah hadis yang menjelaskan manfaat mengonsumsinya secara rutin.
Pembimbing Ibadah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Lilik Musfiroh, mengatakan Rasulullah SAW menganjurkan konsumsi kurma Ajwa pada pagi hari.
“Rasul meriwayatkan barang siapa memakan tujuh buah kurma Ajwa di pagi hari, maka ia akan terhindar dari sihir maupun racun pada hari itu,” jelasnya.
Tak hanya memiliki nilai religius, kurma Ajwa juga mengandung berbagai nutrisi seperti serat, karbohidrat alami, kalium, magnesium, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan tersebut menjadikan kurma Ajwa tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan sunnah, tetapi juga sebagai sumber energi alami.
Dengan perpaduan cita rasa yang khas, proses budidaya yang terjaga, serta keutamaan yang diwariskan dalam tradisi Islam, kurma Ajwa hingga kini tetap menyandang predikat sebagai “Raja Kurma”. Popularitasnya terus bertahan, terutama di kalangan jemaah haji dan umrah yang menjadikan Madinah sebagai salah satu destinasi utama dalam perjalanan ibadah ke Tanah Suci. (FA/ MCH 2026)