Mahasiswa Internasional UMP Kagumi Dakwah Muhammadiyah di Banyumas, Pengajian PCM Rawalo Jadi Ruang Belajar Lintas Negara
TVMU.TV - Pengajian Slapanan “Hari Bermuhammadiyah” yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi ruang perjumpaan lintas negara.
Ratusan jamaah mengikuti kegiatan yang juga dihadiri empat mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) asal Palestina, Sudan, dan Mali, yang mengaku terkesan dengan praktik dakwah Muhammadiyah yang berpadu dengan pendidikan dan pelayanan sosial.
Kegiatan yang berlangsung di PCM Rawalo tersebut menghadirkan anggota Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Banyumas sekaligus Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Banyumas, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., sebagai penceramah.
Empat mahasiswa internasional yang hadir yakni Samara, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam asal Palestina; Jibril, mahasiswa Pendidikan Agama Islam asal Mali; Ahmed Fawzi, mahasiswa Teknik Sipil asal Sudan; dan Abu Al Hasan, mahasiswa Sastra Inggris asal Sudan.
Selain mengikuti pengajian, mereka juga berdialog dengan warga Muhammadiyah dan mengenal lebih dekat aktivitas dakwah di tingkat cabang.
“Saya merasa seperti memiliki keluarga baru di Indonesia. Muhammadiyah mengajarkan Islam yang ramah, peduli, dan dekat dengan masyarakat. Kami sangat senang dapat hadir dan belajar langsung bersama warga Muhammadiyah di PCM Rawalo,” ujar Samara.
Menurut Samara, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial.
“Di negara saya, pendidikan agama sangat penting. Ketika melihat Muhammadiyah di Indonesia, saya melihat bagaimana pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial berjalan bersama. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” katanya.
Kesan serupa disampaikan Ahmed Fawzi dan Abu Al Hasan. Keduanya mengaku kagum melihat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan di tingkat cabang. Menurut mereka, dakwah Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan, tetapi juga melalui aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua PCM Rawalo, Warsono, S.Pd., mengatakan kehadiran mahasiswa internasional menjadi bukti bahwa Muhammadiyah semakin dikenal di berbagai negara.
“Kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah dikenal di berbagai negara. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat dakwah yang inklusif, berkemajuan, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam tausiahnya, Darodjat mengupas kandungan Surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengajarkan pentingnya ketakwaan, muhasabah, dan mempersiapkan masa depan.
Ia menjelaskan bahwa pesan Al-Qur’an tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akhirat, tetapi juga mendorong umat Islam merencanakan kehidupan dunia, mulai dari pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga ketahanan ekonomi.
“Banyak keluarga yang hidup pas-pasan. Al-Qur’an mengajarkan agar kita tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan. Menabung sedikit demi sedikit, menyekolahkan anak dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, menghindari utang konsumtif, serta membangun kebiasaan berbagi merupakan bentuk implementasi dari pesan Al-Hasyr ayat 18,” kata Darodjat.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan investasi penting bagi masa depan umat.
“Orang tua yang tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya meskipun dengan keterbatasan ekonomi sesungguhnya sedang menjalankan amanah Al-Qur’an untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyaluran santunan kepada warga yang membutuhkan. Para mahasiswa internasional menyaksikan langsung kegiatan tersebut dan menilai aksi sosial itu sebagai implementasi nyata nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui Pengajian Slapanan “Hari Bermuhammadiyah”, PCM Rawalo tidak hanya memperkuat pembinaan keagamaan warga, tetapi juga menghadirkan ruang dialog lintas budaya yang memperkenalkan wajah Islam berkemajuan Muhammadiyah kepada mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.