Tutup Rakernas LRB 2026, Hilman Latief Dorong Peta Jalan MDMC Hingga Kolaborasi PMI ke Kancah Global

Tutup Rakernas LRB 2026, Hilman Latief Dorong Peta Jalan MDMC Hingga Kolaborasi PMI ke Kancah Global
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, secara resmi menutup Rakernas LRB PP Muhammadiyah di BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta, Minggu (13/9). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah di BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta pada Minggu, 13 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Hilman menyampaikan dua arahan strategis bagi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), yakni penyusunan peta jalan (roadmap) penanggulangan risiko bencana jangka panjang serta penguatan kolaborasi kemanusiaan bersama Palang Merah Indonesia (PMI).

Hilman mendorong MDMC segera merampungkan dokumen resmi peta jalan kebencanaan tersebut sebelum perhelatan Muktamar ke-49 Muhammadiyah. Peta jalan ini diproyeksikan menjadi acuan nasional dalam pengembangan sistem mitigasi bencana.

“Ini penting sebagai panduan untuk kita semua. Karena kita ingin LRB ini menjadi satu model yang kuat dalam membuat peta jalan pengembangan penanggulangan risiko bencana di Tanah Air,” ujar Hilman.

Ia menekankan bahwa dokumen strategis tersebut dirancang untuk mengarahkan Visi dan kerja-kerja kemanusiaan MDMC dalam jangka panjang.

“Jadi, kita punya satu roadmap yang jelas, bagaimana MDMC ini akan dikembangkan dalam 10 sampai 15 tahun ke depan,” jelasnya.

Di samping peta jalan, Hilman menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MDMC dan PMI. Mengingat MDMC telah mengantongi sertifikasi internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan PMI merupakan bagian dari jejaring Palang Merah Internasional, sinergi ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia di panggung kemanusiaan dunia.

“Kalau sinergi ini kuat, harapannya PMI dan MDMC bisa mengirim utusannya untuk berangkat bersama ke Jenewa mewakili negeri ini dan memperkuat posisi serta peran kemanusiaannya,” tegas Hilman.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua LRB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, mengungkapkan bahwa Rakernas 2026 berhasil merumuskan delapan pilar panduan kerja sebagai landasan penguatan kapasitas relawan di daerah.

“Bencana adalah sesuatu yang terjadi ketika batas masyarakat tidak siap menghadapi kejadian alam. Maka, kita rumuskan ini dalam panduan-panduan dan berbagai langkah kerja sama MDMC bersama berbagai pihak,” jelas Budi.

Budi menginstruksikan seluruh jejaring wilayah untuk segera mengimplementasikan delapan pilar panduan tersebut ke dalam program aksi nyata.

“Marilah kita gerakkan panduan ini dengan sebaik-baiknya. Jaga sinergi karena kekuatan MDMC ada pada jejaring, dan terus berinovasi. Gunakan teknologi, tetapi jangan tinggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal karena itulah identitas kita sebagai Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkas Budi.