Majelis Dikdasmen PNF Luncurkan KontenMU, Perkuat Pembelajaran Digital dengan AI untuk Sekolah dan Madrasah
TVMU.TV - Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah terbaru diwujudkan melalui Pekan InspirasiMU: Sosialisasi Nasional KontenMU, Buku ISMUBA, dan MIPA Bilingual yang digelar secara daring, Senin (3/8).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 250 perwakilan sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi ajang sosialisasi platform KontenMU, media pembelajaran digital berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dikembangkan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menjelaskan bahwa KontenMU merupakan pengembangan dari berbagai inovasi pendidikan yang telah diluncurkan sebelumnya, termasuk buku ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) serta buku MIPA Bilingual.
“KontenMU ini adalah komplemen pelengkap dari buku ISMUBA dan MIPA Bilingual yang telah kita selesaikan di tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Didik, hingga saat ini sekitar 350 konten pembelajaran telah disiapkan untuk mendukung pembelajaran semester pertama. Materi tersebut disajikan dalam berbagai format, seperti video pembelajaran, infografis, dan permainan edukatif (game) yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi di dalam buku.
“Mulai dari video, infografis ataupun game. Ketiganya merupakan pendukung untuk memperkuat dan memperdalam buku ISMUBA dan MIPA Bilingual yang telah kita pasarkan,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah memanfaatkan platform tersebut secara optimal karena dikembangkan oleh para pendidik di lingkungan Muhammadiyah.
“Ini adalah karya dari guru-guru hebat Muhammadiyah. Maka mari kita manfaatkan bersama,” ujarnya.
Didik menegaskan, pengembangan KontenMU juga merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan bahan ajar yang berkualitas, mudah diakses, dan terjangkau bagi peserta didik.
Menurutnya, tingginya harga buku masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan literasi di Indonesia sehingga diperlukan inovasi yang mampu memperluas akses terhadap sumber belajar.
“Hambatan perkembangan literasi di Indonesia salah satunya adalah harga buku yang mahal. Maka inilah bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mengatasinya, sesuai dengan tiga prinsip tadi,” ungkapnya.
Selain memperkuat budaya literasi, Didik berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Menutup kegiatan, ia mengajak seluruh tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah untuk terus berinovasi dalam membangun pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
“Semoga pendidikan Muhammadiyah ke depannya adalah pendidikan yang didambakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.