‎Menjaga Iman di Era Digital, Kunci Ketenangan Hati

‎Menjaga Iman di Era Digital, Kunci Ketenangan Hati
Ketua PP Muhammadiyah, Kyai Saad Ibrahim dalam tausyiah

TVMU.TV - Di tengah pesatnya era digital, menjaga konsistensi keimanan menjadi tantangan nyata bagi umat Islam. Sifat iman yang dinamis (yazidu wa yankush) menuntut langkah aktif agar hati tetap teguh dan tenang.

‎Hal ini ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kyai Saad Ibrahim dalam tausyiah "Menjaga Iman" di kanal YouTube tvMu Channel, Sabtu (26/9). Menurutnya, memahami fluktuasi iman adalah kunci utama agar tak terombang-ambing oleh dinamika zaman.‎

‎Tanda Keimanan dan Bahaya Kelalaian Kyai Saad menjelaskan bahwa iman tercermin dari hati, lisan, dan perbuatan. Naik turunnya keimanan adalah hal manusiawi, tetapi tidak boleh dibiarkan tanpa kendali.

‎"Tanda iman yang sehat adalah merasa tenang saat mengingat Allah SWT, tergerak berbuat baik, dan merasa bersalah saat melakukan dosa," tegas Kyai Saad.

‎Sebaliknya, kelalaian dalam mengingat Allah akan mengeras hati, memicu rasa hampa, hingga membuat seseorang kehilangan arah hidup.

‎Menjaga iman adalah perjuangan seumur hidup (jihad an-nafs). Dengan menyadari sifat dunia yang sementara, setiap Muslim diharapkan terus memperbaiki diri dan menguatkan niat secara berkelanjutan. (Sri Awalmy)