Milad ke-65 dan Rakernas IPM Tegaskan Arah Gerakan Pelajar Berkemajuan yang Berdampak

Milad ke-65 dan Rakernas IPM Tegaskan Arah Gerakan Pelajar Berkemajuan yang Berdampak
Acara Milad ke-65 dan pembukaan Rakernas 2026 PP IPM yang mengusung tema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak” di Gedung Cendekia UMJ, Sabtu (18/7/2026). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menjadikan peringatan Milad ke-65 dan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 sebagai momentum memperkuat arah gerakan pelajar yang lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak” itu digelar di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (18/7/2026).

Sekitar 2.500 kader IPM dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri agenda tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi nasional, kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi perjalanan organisasi selama 65 tahun sekaligus penyusunan arah gerakan IPM menghadapi tantangan generasi muda di era digital.

Ketua Umum PP IPM, Dany Rahmat Muharram, menegaskan bahwa usia ke-65 organisasi tidak boleh hanya dirayakan secara seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat kontribusi nyata bagi pelajar.

“Jadikan milad ini momentum otokritik. Esensi 65 tahun IPM bukanlah pada gagahnya jas kuning atau megahnya seremoni, melainkan pada sejauh mana nilai manfaat dan dampak nyata yang kita berikan bagi pelajar di luar sana,” ujar Dany.

Menurutnya, IPM harus terus menghadirkan gerakan yang relevan dengan kebutuhan pelajar melalui pemikiran kritis, inovasi, serta aksi nyata yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Anggota Bidang II Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Muhammad Dwi Fajri, menegaskan bahwa kader IPM merupakan bagian penting dari regenerasi kepemimpinan Muhammadiyah sekaligus calon pemimpin bangsa.

“Di tangan andalah estafet kepemimpinan Muhammadiyah dan masa depan Indonesia dititipkan. Antum rijalul ghad, Anda adalah orang-orang yang akan memimpin masa depan,” tuturnya.

Dalam arahannya, Fajri menitipkan tiga agenda utama kepada kader IPM. Pertama, memperkuat literasi dan penguasaan teknologi untuk menjawab tantangan rendahnya budaya membaca. Kedua, memperkokoh ideologi dan karakter melalui penguatan akhlak. Ketiga, memperluas gerakan sosial berbasis Teologi Al-Ma’un sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang hadir sebagai pembicara utama mengajak kader IPM memiliki visi besar dan berani mewujudkannya melalui kerja keras serta konsistensi.

“Orang membuat narasi itu gampang, membuat gagasan gampang, membuat mimpi juga gampang. Tetapi justru yang paling sulit adalah berani bermimpi dan bertindak. Kalau sudah bertindak, harus persisten, tidak boleh menyerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir sebagai modal utama menghadapi masa depan.

“Change your mindset, you can change the world. Ubah pola pikirmu dari sekarang, maka kamu bisa mengubah dunia, minimal Indonesia,” tambahnya.

Sebagai bagian dari transformasi organisasi, PP IPM turut meluncurkan tiga program strategis pada momentum Milad ke-65, yakni Beasiswa Kader, Green School, dan MyIPM V2. Ketiga program tersebut dirancang untuk memperkuat pembinaan kader, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong digitalisasi layanan organisasi.

Peringatan Milad ke-65 sekaligus pembukaan Rakernas PP IPM menjadi penegasan komitmen organisasi untuk terus melahirkan gerakan pelajar Islam berkemajuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui penguatan kaderisasi, inovasi, dan aksi sosial, IPM diharapkan terus mencetak generasi muda yang berintegritas, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.