Muhammadiyah Lepas Lima Kader Penerima Beasiswa ke Maroko
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi ulama dan intelektual berwawasan global.
Kali ini, PP Muhammadiyah melepas lima kader Persyarikatan penerima beasiswa studi S1 di Institut Darul Hadits el-Hasaniyyah, Maroko, melalui jalur beasiswa resmi yang dikelola langsung oleh PP Muhammadiyah.
Kelima kader pilihan tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, pada Rabu (15/10).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah, Maskuri, Ketua Tim Seleksi Beasiswa Timur Tengah, Cecep Taufikurrohman, serta perwakilan pimpinan Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Maskuri menyampaikan pesan mendalam kepada para penerima beasiswa agar senantiasa meluruskan niat dalam menuntut ilmu.
Dia juga menekankan pentingnya adaptasi dengan lingkungan baru selama menempuh studi di luar negeri, sekaligus memanfaatkan bimbingan dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko sebagai tempat belajar dan berjejaring.
“Kehidupan di luar negeri tentu berbeda dengan di tanah air. Karena itu, adaptasilah dengan baik dan manfaatkan bimbingan dari pengurus PCIM Maroko,” pesan Maskuri.
Maskuri menambahkan, beasiswa ini bukan hanya bentuk dukungan pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu berperan di tingkat internasional.
Ia berharap semakin banyak kader Muhammadiyah yang berkesempatan menimba ilmu di Timur Tengah pada tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap jumlah kader penerima beasiswa Muhammadiyah ke Timur Tengah semakin meningkat. Ini bagian dari upaya melahirkan generasi ulama dan intelektual Muhammadiyah yang berwawasan global,” tutupnya.
Pelepasan lima kader ini menjadi simbol semangat Muhammadiyah dalam menanamkan nilai keilmuan dan dakwah lintas batas, sejalan dengan misi Persyarikatan untuk membangun peradaban Islam berkemajuan di panggung dunia.