Muhammadiyah Perkuat Layanan Pendidikan Inklusi Melalui Pengembangan Program GembiraMu
TVMU.TV - Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Didik Suhardi, menegaskan program GembiraMu harus menjadi gerakan pendidikan inklusi yang mampu menghadirkan semangat, optimisme, dan kemandirian bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
Hal itu disampaikan Didik saat memberikan arahan dalam kegiatan Bedah Modul Pendidikan Inklusi GembiraMu yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi anak berkebutuhan khusus agar mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi sesuai kemampuan masing-masing.
“Anak-anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Kemandirian akan menjadi modal penting bagi mereka untuk meraih prestasi dan membangun karakter yang kuat,” ujar Didik dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (8/6).
Menurut Didik, pendidikan inklusi tidak hanya berfokus pada layanan pembelajaran, tetapi juga harus mampu membuka ruang yang setara bagi seluruh peserta didik untuk berkembang. Karena itu, sosialisasi program GembiraMu kepada masyarakat perlu diperkuat agar semakin banyak pihak memahami pentingnya pendidikan yang berkeadilan dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
Ia berharap modul pendidikan inklusi yang tengah dikembangkan dapat menjadi panduan bagi guru, orang tua, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penguatan layanan pendidikan inklusif. Melalui pendekatan yang tepat, anak-anak berkebutuhan khusus diyakini dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan berdaya saing.
Selain penguatan materi pendidikan, Didik juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan program. Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan dasar konseling agar mampu berperan sebagai motivator, pendamping, sekaligus penggerak semangat belajar peserta didik.
Tak hanya itu, ia menilai strategi kampanye dan publikasi menjadi bagian penting dalam memperluas dampak program pendidikan inklusi. Pemanfaatan media sosial, kata dia, perlu dioptimalkan agar berbagai praktik baik, modul, dan program GembiraMu dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Program yang baik harus diketahui masyarakat. Karena itu, publikasi dan kampanye yang terencana menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran publik terhadap pendidikan inklusi. Saya juga turut mengapresiasi dan berterima kasih kepada INOVASI, Aisyiyah, serta educourse.id yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam pengembangan program GembiraMu,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur GembiraMu, Dien Nurmarina Fajar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan tim yang terlibat dalam pengembangan program pendidikan inklusi tersebut. Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan informasi mengenai pendidikan inklusif di Indonesia.
Dien mengungkapkan, GembiraMu tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan inklusi, termasuk menjalin kerja sama dengan jurnal internasional dan membangun wadah publikasi ilmiah yang fokus pada isu pendidikan inklusi.
“Kami berharap langkah ini dapat memperkuat ekosistem pendidikan inklusi di Indonesia. Kehadiran wadah publikasi ilmiah akan membuka ruang kolaborasi, berbagi praktik baik, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang bermanfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Dien.
Melalui penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas pendidik, serta dukungan publik yang berkelanjutan, GembiraMu diharapkan menjadi salah satu gerakan pendidikan inklusi yang mampu menghadirkan kesempatan belajar yang lebih setara sekaligus mendorong lahirnya generasi anak berkebutuhan khusus yang mandiri, berprestasi, dan berdaya saing.