Muhammadiyah Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi se-Indonesia

Muhammadiyah meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah se-Indonesia di SPPG Muhammadiyah Minggir, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (15/7).

Muhammadiyah Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi se-Indonesia
Muhammadiyah meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah se-Indonesia di SPPG Muhammadiyah Minggir, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (15/7). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Muhammadiyah meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah seluruh Indonesia, Selasa (15/7). Presmian yang berlangsung di SPPG Muhammadiyah Minggir, Sleman, DI Yogyakarta ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Syamsul Anwar, Ketua Koordinator Nasional Program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) PP Muhammadiyah Nurul Yamin, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Dalam sambutannya, Syamsul Anwar menyampaikan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) harus ditempatkan dalam filosofi gerakan Muhammadiyah, yakni fikih Al-Ma’un atau sejalan dengan prinsipnya yang menekankan golongan mampu untuk terus berbagi. Apapun yang dimiliki, baik sifatnya material, intelektual, maupun spiritual, dapat ditasharrufkan untuk membangun kepentingan bersama berdasarkan keimanan kepada Allah SWT.

“Maka, saya mengingatkan kepada kader-kader Muhammadiyah agar tidak tercerabut dari filosofi dasar Al-Ma’un, yakni kemampuan untuk berbagi. Sarannya, kegiatan ini jangan didasarkan kepada pola-pola yang lebih pada pertimbangan ekonomi an-sich, apalagi pertimbangan dua hubungan transaksional. Kita tumbuhkan benih kebersamaan kita untuk membangun bangsa indonesia yang berkecerdasan, karena tantanan ke depannya sangat besar. Dan perlu diingat, bangsa yang tidak mampu membangun kualitas akan digilas dengan bangsa lain,” perannya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Nasional Program MBM PP Muhammadiyah Nurul Yamin menyampaikan bahwa agenda peresmian pada pagi hari ini ditujukan untuk 21 SPPG. Dalam rinciannya, enam titik di provinsi DI Yogyakarta, lima titik di Jawa Tengah, tujuh titik di Jawa Barat, satu titik di Banten, satu titik di Jawa Timur, dan satu titik di Kalimantan Utara dengan total tersebar di lima belas kabupaten dan kota. Ke depannya diperkirakan akan menyusul 50 titik di seluruh Indonesia pada tahap kedua. 

Dia menambahkan, program ini merupakan model kolaborasi antara entitas negara, yakni Badan Gizi Nasional, masyarakat ekonomi yang terdiri dari petani, nelayan, pekerja, dan entitas masyarakat sosial keagamaan, serta Muhammadiyah. Semua lapisan ini bergerak dalam satu visi Indonesia Sehat ke depan. 

“MBG harus kita kelola yang pertama dengan penuh tanggung jawab. Kedua clear atau transparan, tanpa ada konflik interest dan bersih dari niat-niat jahat. Yang ketiga clean, jangan sampai terbesit sedikitpun melakukan perilaku yang menodai amanat dari persyarikatan Muhammadiyah. Semuanya bersatu dalam menjalankan komitmen persyarikatan Muhammadiyah,” ungkap Yamin.

Lalu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, jaringan Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia dan sangat terstruktur, serta organisasi yang paling mudah untuk bekerjasama menjadi poin penting untuk menyukseskan program MBG. Agenda ini juga memberikan manfaat bagi ekosistem yang ada di wilayah penerimaan MBG.

“Tidak hanya tubuh anak-anak yang akan sehat, tapi hal ini juga sangat menguntungkan untuk mengembangkan ekosistem. Dan Muhammadiyah ikut menyukseskannya,” sebutnya.