Muhammadiyah Sampaikan Duka untuk Korban Gempa Flores, MDMC Aktifkan Posko Respons di Ende
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) juga mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende untuk memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 38 orang hingga Sabtu pukul 15.00 WIB. Data tersebut masih dalam proses pemutakhiran.
Gempa magnitudo 7,7 tersebut berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB dan sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat solidaritas bagi warga terdampak.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga saudara-saudara yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Sabtu (15/8).
Haedar juga mendoakan warga terdampak agar diberikan keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi masa darurat. Ia meminta masyarakat ikut memberikan dukungan kepada warga yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, maupun sumber penghidupan.
“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan,” tuturnya.
MDMC Aktifkan Poskorwil di Ende
Respons Muhammadiyah dilakukan melalui jaringan kebencanaan MDMC. Poskorwil di Ende diaktifkan sebagai pusat koordinasi untuk memantau kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak.
Poskorwil tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara tim Muhammadiyah, relawan, tenaga kesehatan, dan unsur terkait di lapangan.
“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” kata Haedar.
Sebelumnya, MDMC telah menyiapkan respons wilayah dengan mengaktifkan Poskorwil di Klinik PKU Muhammadiyah Ende. Posko tersebut mendukung respons di enam wilayah, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Ende, Manggarai Barat, Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.
Dalam respons awal, MDMC Pimpinan Pusat mengirimkan personel asistensi untuk memperkuat koordinasi dan asesmen kebutuhan masyarakat. Tim MDMC dari sejumlah daerah juga disiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan.
Muhammadiyah Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
Haedar mengapresiasi gerak cepat relawan Muhammadiyah yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia berharap proses evakuasi, pelayanan bagi pengungsi, hingga pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berharap proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Gempa Flores juga mendorong pemerintah dan berbagai lembaga mempercepat penanganan darurat. BNPB melaporkan pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung, sementara bantuan serta layanan kesehatan terus dimobilisasi ke wilayah terdampak.
Haedar mengajak masyarakat luas memberikan dukungan kepada warga Flores, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan yang membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” pungkas Haedar.
Dengan pengaktifan Poskorwil dan mobilisasi jaringan relawan, MDMC menempatkan koordinasi, asesmen kebutuhan, layanan kesehatan, serta pendampingan masyarakat sebagai bagian penting dari respons kemanusiaan Muhammadiyah di Flores.