PCIM Britania Raya Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Muslim Council of Britain
TVMU.TV - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir setelah resmi menjadi anggota Muslim Council of Britain (MCB). Keanggotaan ini menempatkan PCIM Britania Raya dan Irlandia sebagai organisasi Indonesia pertama dan hingga kini satu-satunya yang tercatat sebagai anggota MCB.
Haedar menilai keanggotaan tersebut bukan sekadar pencapaian kelembagaan, tetapi menjadi peluang bagi Muhammadiyah untuk memperluas kontribusi dakwah dan menghadirkan gagasan Islam berkemajuan di tengah masyarakat Muslim Inggris.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan apresiasi tinggi atas segala ikhtiar dan pengkhidmatan sehingga Muhammadiyah menjadi organisasi Islam pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi anggota resmi Muslim Council of Britain,” ujar Haedar dalam video sambutannya, Jumat (21/8).
Keanggotaan PCIM Britania Raya dan Irlandia di MCB diperoleh setelah melalui proses verifikasi yang dimulai pada Juni 2026. MCB kemudian mengonfirmasi penerimaan Muhammadiyah melalui surat elektronik resmi pada 21 Juli 2026.
MCB merupakan organisasi payung independen yang menaungi lebih dari 500 masjid, lembaga pendidikan, badan amal, serta organisasi profesi Muslim di Britania Raya. Organisasi tersebut juga berperan dalam advokasi publik dan isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan komunitas Muslim di Inggris.
Perluas Dakwah Islam Berkemajuan
Haedar berharap keanggotaan tersebut dimanfaatkan PCIM Britania Raya dan Irlandia untuk memperluas jaringan dakwah sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan masyarakat Inggris.
“Tampilkan Muhammadiyah benar-benar sebagai gerakan Islam wasathiyah, Islam moderat, Islam tengahan yang menampilkan ummatan wasathan litakunu syuhada’a ‘alannas, yakni umat tengahan yang selalu hadir untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan kehidupan dalam menebar Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin,” pesan Haedar.
Menurut Haedar, kiprah PCIM di tengah komunitas Muslim Inggris juga dapat menjadi pijakan untuk memperluas gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah di tingkat internasional. Karena itu, prinsip tauhid, tajdid dan ijtihad, wasathiyah, serta kepedulian sosial perlu diterjemahkan dalam kontribusi nyata.
“Secara khusus, tampilkan pandangan Islam berkemajuan, Islam yang selalu berdiri tegak di atas tauhid yang kokoh. Mengembangkan tajdid dan ijtihad, menampilkan wasathiyah Islam, dan mewujudkan rahmatan lil ‘alamin sebagai karakter dari Islam berkemajuan,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir menyebut keanggotaan MCB membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi Muhammadiyah. Ia menilai status tersebut dapat memperkuat jejaring PCIM dengan komunitas Muslim di Inggris sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam wasathiyah yang dikembangkan Muhammadiyah.
MCB sendiri menyambut kehadiran PCIM Britania Raya dan Irlandia. Deputy Secretary General MCB Maswood Ahmed menyebut PCIM sebagai organisasi Indonesia pertama yang bergabung dengan MCB dan menyatakan terbuka untuk membangun kerja sama.
Pengukuhan PCIM 2026–2028
Momentum keanggotaan MCB tersebut kemudian dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus PCIM Britania Raya dan Irlandia periode 2026–2028 serta penyerahan sertifikat keanggotaan MCB di KBRI London, Sabtu (22/8).
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 09.00–12.00 waktu Inggris dan dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, Sekretaris Jenderal MCB Wajid Akhter, serta Duta Besar RI untuk Britania Raya, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional (IMO), Desra Percaya.
Bagi Muhammadiyah, momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada status keanggotaan. Keberadaan PCIM Britania Raya dan Irlandia di MCB diharapkan menjadi pintu bagi penguatan dialog, kolaborasi lintas komunitas, serta kontribusi Muhammadiyah dalam membangun kehidupan Muslim yang damai, inklusif, dan berkemajuan.