PCIM Mesir Tegaskan Komitmen Kawal Isu Palestina di Tengah Gencatan Senjata

PCIM Mesir Tegaskan Komitmen Kawal Isu Palestina di Tengah Gencatan Senjata
Ketua PCIM Mesir, Fatih Fathurrahman Saputra dalam program Diasporamu bertajuk “Mengawal Kemerdekaan Palestina” yang disiarkan di tvMu pada Rabu (29/10). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir, Fatih Fathurrahman Saputra, menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mengawal isu kemanusiaan Palestina di tengah situasi gencatan senjata yang masih jauh dari kata damai.

Dalam program Diasporamu bertajuk “Mengawal Kemerdekaan Palestina” yang disiarkan di tvMu pada Rabu (29/10), Fatih menjelaskan bahwa meski konflik bersenjata sementara dihentikan, rakyat Palestina belum benar-benar merasakan kesejahteraan dan kebebasan. Banyak bantuan kemanusiaan yang belum terdistribusi secara merata, dan ribuan pengungsi masih tertahan di Mesir tanpa kepastian bisa kembali ke tanah air mereka.

“Saat ini bantuan untuk dokter – tenaga medis per hari ini (29/10) masih belum mendapatkan izin masuk melalui perbatasan Rafah,” ujar Fatih.

Ia memaparkan, pintu perbatasan Rafah memang telah dibuka untuk penyaluran logistik, tetapi mekanisme distribusi bantuan belum berjalan optimal. Situasi ini menjadi bukti bahwa perjuangan rakyat Palestina masih panjang, karena beberapa bentuk bantuan masih dibatasi oleh pihak Israel meski ada kesepakatan gencatan senjata.

Fatih mengungkapkan bahwa PCIM Mesir terus menjadi jembatan kemanusiaan Muhammadiyah bagi rakyat Palestina, baik yang masih berada di wilayah konflik maupun yang mengungsi di Mesir. Melalui koordinasi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, PCIM Mesir secara rutin menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia kepada pengungsi Palestina.

Dia menambahkan, PCIM Mesir terus menyalurkan bantuannya ke rakyat Palestina – termasuk yang berada di Mesir.

Selain fokus pada isu kemanusiaan, Fatih juga memimpin berbagai agenda sosial dan keagamaan PCIM Mesir, seperti perayaan Milad ke-26 PCIM Mesir dan Milad ke-113 Muhammadiyah, yang tahun ini dikaitkan dengan misi solidaritas bagi pengungsi Palestina.

“Ketika acara milad tersebut dilaksanakan, kami akan mengundang warga Palestina yang ada di Mesir untuk hadir. Sekaligus menyerahkan kembali bantuan ke mereka pada November,” ujar Fatih.

Ia menegaskan bahwa perayaan milad bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan semangat kemanusiaan dan solidaritas lintas bangsa, sebagaimana nilai-nilai universal dakwah Muhammadiyah.

Melalui kepemimpinannya, Fatih Fathurrahman Saputra menegaskan peran PCIM Mesir sebagai garda depan diplomasi kemanusiaan Muhammadiyah di kancah internasional, sekaligus wujud nyata kontribusi diaspora Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di tengah krisis yang berkepanjangan.