Perkuat Jejaring Global, UMSU dan Universiti Malaya Gelar Seminar Ilmu Falak

Perkuat Jejaring Global, UMSU dan Universiti Malaya Gelar Seminar Ilmu Falak
UMSU bersama Universiti Malaya Malaysia (UMM) menggelar Seminar Antar Bangsa Ilmu Falak pada 25-26 November 2025 di Kampus UMSU. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperkuat jejaring internasionalnya dengan menyelenggarakan Seminar Antar Bangsa Ilmu Falak bersama Universiti Malaya Malaysia (UMM).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 25-26 November 2025 di Kampus UMSU ini menandai babak baru kolaborasi strategis antara kedua institusi pendidikan tinggi.

Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor I UMSU, Muhammad Arifin ini menghadirkan visiting professor dan kunjungan ke Observatorium Ilmu Falak UMSU. Mohd Saiful Anwar dari UMM dalam paparannya menyatakan kesiapan penuh untuk memperdalam kerja sama.

“Kita mempunyai visi dan misi yang sama yaitu menjadi universitas tingkat global. Matching fund memungkinkan kita melakukan penelitian dan publikasi, dan ini perlu kita lakukan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mohd Saiful menjelaskan alasan pemilihan UMSU sebagai mitra strategis.

“Kami datang ke sini karena kami melihat UMSU seperti kami. Kami memilih UMSU sebagai mitra karena melihat adanya kebersamaan yang besar, termasuk di media sosial banyak hal-hal baru dari UMSU,” jelasnya.

Muhammad Arifin menyambut baik kolaborasi ini dengan menegaskan komitmen UMSU di kancah global.

“Ini menjadi komitmen bagi UMSU apalagi sudah bergerak menuju world class university. Kita juga saat ini memiliki sekitar 80 mahasiswa asing, dan kita mengirim lebih dari 2.000 mahasiswa setiap tahunnya,” tegasnya.

Wakil Rektor I UMSU juga mengapresiasi perhatian internasional yang diterima Observatorium Ilmu Falak UMSU.

“Observatorium Ilmu Falak kita sudah dikunjungi baik nasional maupun internasional, bahkan NASA juga pernah berada di sana,” sebutnya.

Seminar yang dihadiri 30 mahasiswa UMM dan 50 mahasiswa FAI UMSU ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga momentum penting dalam memperluas sinergi internasional dan kontribusi keilmuan khususnya di bidang astronomi dan ilmu falak.