Tim Penjas UMS Raih Juara III Lomba Inovasi Senam Irama Nasional, Bukti Efektivitas Team Teaching
TVMU.TV - Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Senam Penjas UMS berhasil meraih Juara III pada Lomba Produk Inovasi Senam Irama antar-Program Studi Pendidikan Jasmani se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prestasi tersebut merupakan hasil implementasi model pembelajaran team teaching yang diterapkan dalam mata kuliah senam. Perkuliahan dilaksanakan secara kolaboratif oleh empat dosen, yakni Dr. Imron Nugroho, M.Pd., Dr. Titis Pambudi, M.Pd., Vera Septi, M.Or., dan Akhmad Azlan, M.Or.
Dosen Penjas FKIP UMS, Dr. Imron Nugroho, M.Pd., mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menghasilkan karya dan prestasi yang berdampak.
“Prestasi juara III ini menjadi bukti bahwa perkuliahan bukan hanya tentang menyelesaikan materi, tetapi juga tentang menciptakan karya, membangun kepercayaan diri, dan menghadirkan luaran yang berdampak,” ujar Imron, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, pendekatan team teaching memberikan ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa. Selain mempelajari teori dan praktik senam, mahasiswa juga dilatih menyusun produk inovasi, merancang koreografi, menyesuaikan musik, membangun kekompakan tim, hingga menampilkan karya secara profesional dalam kompetisi nasional.
Imron menjelaskan, ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mengembangkan kreativitas, sportivitas, serta karakter mahasiswa pendidikan jasmani.
“Kelas yang hidup adalah kelas yang mampu melahirkan karya. Prestasi ini menjadi energi positif untuk terus menguatkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata,” tambahnya.
Ia menilai keberhasilan meraih Juara III menunjukkan bahwa pembelajaran senam di Program Studi Penjas UMS tidak semata-mata mengejar capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan hidup (life skills), meningkatkan kompetensi mahasiswa, dan menghasilkan karya inovatif.
Menurut Imron, keberhasilan tersebut lahir dari sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan berbasis pengalaman. Dari ruang kelas, ide dikembangkan menjadi karya, sementara latihan menjadi sarana membentuk disiplin, kerja sama, serta rasa percaya diri.
“Program Studi Pendidikan Jasmani UMS terus mendorong lahirnya pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan jasmani. Capaian Tim Senam Penjas UMS di Kupang menjadi momentum untuk memperkuat budaya prestasi, inovasi, dan kebanggaan civitas academica,” pungkasnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat komitmen FKIP UMS dalam menghadirkan model pembelajaran inovatif yang mampu menghasilkan lulusan berdaya saing, adaptif, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan dan olahraga di tingkat nasional maupun internasional.