UMJ Perkuat Talenta Media Digital, Mahasiswa Dibekali Keterampilan News Anchor hingga Content Creator
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terus memperkuat ekosistem media digital kampus melalui pelatihan News Anchor dan Voice Over yang digelar di Studio Lantai 5 Gedung Muhammadiyah Civilization Center (MCC) UMJ, Kamis (19/6/2026).
Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan keterampilan penyiaran, produksi konten digital, dan teknik komunikasi multimedia guna mendukung pengembangan kanal media resmi universitas.
Pelatihan yang diselenggarakan Kantor Sekretariat Universitas (KSU) UMJ tersebut menghadirkan narasumber dari TV Muhammadiyah (TVMu) dan diikuti mahasiswa yang aktif di berbagai media internal kampus, mulai dari news anchor, reporter, penyiar radio, hingga content creator.
Kepala KSU UMJ, Syifa Astasia Utari, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari strategi penguatan reputasi kampus melalui pengembangan media digital yang profesional. Menurutnya, studio yang saat ini masih dalam tahap pengembangan akan menjadi fondasi lahirnya TV UMJ sebagai kanal komunikasi dan publikasi universitas.
“Kita dari tim KSU, Humas, Keprotokolan, dan Multimedia terus berupaya meningkatkan citra positif universitas dan reputasi UMJ. Salah satu upayanya adalah melalui pengembangan media digital yang nantinya dapat menjadi representasi UMJ di masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi pertama, presenter TVMu Arina Nurrohmah membekali peserta dengan teknik dasar menjadi news anchor. Ia menekankan pentingnya memahami karakter naskah, menyesuaikan ekspresi dengan jenis berita, serta mengelola tempo dan intonasi agar pesan tersampaikan secara efektif kepada audiens.
“Presenter profesional tidak sekadar membaca naskah, tetapi mampu mengubah teks menjadi pesan yang hidup dan bermakna,” jelas Arina.
Materi berikutnya disampaikan oleh Rivaldi Pratama yang mengulas teknik voice over, mulai dari penguasaan vokal, artikulasi, intonasi, hingga dasar-dasar perekaman suara. Menurutnya, kualitas suara dan kemampuan menyampaikan informasi secara jelas menjadi faktor utama dalam profesi tersebut.
“Kunci utama seorang voice over talent terletak pada kualitas suara dan artikulasi yang jelas. Selain itu, kemampuan menyampaikan informasi dengan intonasi dan penekanan yang tepat juga menjadi faktor penting dalam profesi tersebut,” kata Rivaldi.
Sementara itu, pada sesi ketiga, Dohan Mandela membahas strategi produksi konten digital yang efektif di era media sosial. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah konten ditentukan oleh tiga elemen utama, yakni hook, value, dan call to action.
Menurut Dohan, kemampuan menarik perhatian audiens dalam beberapa detik pertama menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan sebuah konten digital.
“Bagian yang paling penting dalam sebuah konten adalah hook. Tiga detik pertama akan menentukan apakah konten kita akan ditonton atau justru dilewati. Setelah itu, konten harus memiliki nilai atau value yang jelas dan diakhiri dengan call to action yang dapat membangun kedekatan dengan audiens,” ujarnya.
Selain membahas strategi konten, peserta juga mendapatkan materi tentang teknik framing, pengambilan gambar, pergerakan kamera, pencahayaan, hingga pengelolaan audio untuk meningkatkan kualitas produksi multimedia.
Tak hanya teori, pelatihan juga diisi dengan praktik langsung di studio. Peserta berkesempatan mengasah kemampuan tampil di depan kamera, membaca berita, serta melakukan rekaman voice over sesuai standar produksi media profesional.
Melalui kegiatan ini, UMJ berharap dapat melahirkan talenta-talenta media yang mampu mendukung produksi konten digital kampus secara kreatif dan profesional. Penguatan kapasitas mahasiswa di bidang komunikasi digital juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkuat citra UMJ di ruang publik digital.