Unismuh Makassar Perluas Jejaring Global, Mahasiswa Kehutanan Berpeluang Magang di Jepang

Unismuh Makassar Perluas Jejaring Global, Mahasiswa Kehutanan Berpeluang Magang di Jepang
Unismuh Makassar menerima dua perusahaan asal Jepang, Tescupo dan Maze Construction, di Kampus Unismuh Makassar pada Selasa, 9 Juni 2026. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperluas jejaring internasional melalui kerja sama dengan dunia industri global. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kunjungan dua perusahaan asal Jepang, Tescupo dan Maze Construction, ke Kampus Unismuh Makassar pada Selasa, 9 Juni 2026, sebagai tindak lanjut Program Magang Internasional Batch II bagi mahasiswa Fakultas Pertanian, khususnya Program Studi Kehutanan.

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rektor Lantai 17 Gedung Iqra itu dipimpin CEO Tescupo Jepang Tomio Nakagawa dan CEO Maze Construction Morimoto. Selain bertemu pimpinan universitas, keduanya juga melakukan observasi serta wawancara terhadap mahasiswa yang mengikuti seleksi program magang ke Jepang.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, program magang internasional menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja global sekaligus meningkatkan daya saing di dunia profesional.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Tescupo dan Maze Construction Jepang. Program ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa Unismuh Makassar untuk belajar langsung di lingkungan kerja internasional, memperoleh pengalaman global, serta meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka,” ujar Rakhim.

Ia menilai program magang internasional tidak hanya memperkuat keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya baru yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan global.

Rakhim berharap kemitraan dengan kedua perusahaan Jepang tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa dari berbagai program studi.

“Kami berharap program magang internasional ini dapat dilaksanakan setiap tahun dan menjangkau lebih banyak mahasiswa dari berbagai program studi,” katanya.

Dekan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Dr. Andi Khaeriyah, menyebut kunjungan perusahaan Jepang menjadi bukti semakin terbukanya akses internasional bagi mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi dengan industri luar negeri penting untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

“Kehadiran langsung pihak perusahaan dari Jepang menunjukkan keseriusan mereka dalam menjalin kerja sama dengan Unismuh Makassar. Ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa Fakultas Pertanian untuk mengembangkan kompetensi, pengalaman, dan wawasan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Kehutanan Unismuh Makassar, Jauhar Mukti, menjelaskan bahwa program magang internasional merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi global mahasiswa.

“Program magang internasional yang menyasar mahasiswa Kehutanan ini diharapkan dapat terus berlanjut setiap tahun. Kami berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti proses wawancara dan seleksi dapat memberikan hasil terbaik,” kata Jauhar.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun sebelumnya, Program Studi Kehutanan Unismuh telah mengirimkan satu mahasiswa untuk mengikuti program magang di Jepang.

“Keberhasilan mahasiswa kami mengikuti magang internasional tahun lalu menjadi motivasi sekaligus bukti bahwa mahasiswa Kehutanan Unismuh mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, kami akan terus memfasilitasi mahasiswa untuk memanfaatkan peluang global seperti ini,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Tescupo dan Maze Construction melakukan wawancara kepada mahasiswa yang telah lolos seleksi awal Program Magang Internasional Batch II. Proses seleksi difokuskan pada kemampuan komunikasi, motivasi, kedisiplinan, serta kesiapan mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya Jepang.

CEO Tescupo Jepang, Tomio Nakagawa, menilai mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di lingkungan kerja internasional. Senada dengan itu, CEO Maze Construction, Morimoto, melihat antusiasme dan semangat belajar mahasiswa sebagai modal penting untuk mengikuti program magang di Jepang.

Melalui kerja sama ini, Unismuh Makassar berharap dapat terus memperluas kolaborasi internasional dengan dunia industri sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja global, meningkatkan kompetensi profesional, dan memperkuat kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja internasional.