PLN UID Jakarta Raya Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, Recovery Capai 90 Persen
TVMU.TV - Komitmen PLN dalam memulihkan pasokan listrik pascabencana banjir dan longsor di Aceh terus ditunjukkan oleh Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya.
Melalui Tim Recovery Kelistrikan, PLN telah melakukan pekerjaan pemulihan ekstensif di wilayah kerja UP3 Lhokseumawe, khususnya di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Panton Labu, yang mencakup Desa Buket Linteung, Matang Rubek, dan Tanjung Selamat.
Dalam operasi pemulihan ini, PLN berhasil membangun kembali infrastruktur kritis. Tim berhasil mendirikan 24 batang tiang listrik baru, memasang dan menarik jaringan tegangan menengah (SUTM) sepanjang 2,8 kilometer, serta membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 300 meter.
Kemajuan signifikan ini telah membuat progres pemulihan kelistrikan di wilayah tersebut mencapai sekitar 90 persen, dengan penyambungan rumah warga dilakukan secara bertahap.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa misi pemulihan ini melampaui perbaikan fisik.
“Pemulihan listrik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan kembali harapan dan aktivitas masyarakat. Seluruh petugas kami bekerja dengan penuh dedikasi agar listrik dapat segera menyala dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” kata Andy dalam keterangannya, Rabu (7/1).
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, PLN UID Jakarta Raya kembali memperkuat tim di lapangan dengan mengirimkan 18 petugas tambahan Tim Recovery Kelistrikan ke Aceh.
Personel tambahan ini difokuskan untuk menuntaskan pekerjaan pada titik-titik sambungan rumah dan jaringan yang masih memerlukan penanganan akhir.
“Penambahan personel ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pemulihan hingga seluruh wilayah terdampak kembali teraliri listrik secara normal,” tutup Andy Adcha.
Dengan langkah percepatan ini, PLN menargetkan agar seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat segera menikmati pasokan listrik yang andal dan aman, mengakhiri masa sulit pascabencana.