PP Muhammadiyah Tekankan Penguatan Keluarga Hadapi Tantangan Pengasuhan Anak di Era Digital

PP Muhammadiyah Tekankan Penguatan Keluarga Hadapi Tantangan Pengasuhan Anak di Era Digital
Ketua PP 'Aisyiyah, Rohimi Zamzam dalam Pengajian PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Foto: Tangkap gambar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Penguatan ketahanan keluarga menjadi perhatian serius Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Melalui Pengajian Bulanan bertema "Pengasuhan dan Ketahanan Keluarga: Membangun Generasi Maju di Era Digital", PP Muhammadiyah mengajak keluarga Indonesia memperkuat pengasuhan berbasis nilai keislaman agar mampu melahirkan generasi yang tangguh dan berkarakter.

Kegiatan yang digelar pada Jumat (31/7) di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, menghadirkan Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman, Sekretaris Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra, serta Ketua PP 'Aisyiyah Rohimi Zamzam sebagai narasumber.

Dalam pengantarnya, Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman menegaskan bahwa perkembangan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, keluarga harus mampu mendampingi anak agar memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan nilai-nilai keimanan dan akhlak.

Agus menekankan bahwa Muhammadiyah tidak mengajarkan sikap anti terhadap kemajuan teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dipahami dan dimanfaatkan sebagai sarana menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan.

Pada sesi pertama, Jasra Putra mengulas berbagai tantangan pengasuhan yang muncul di era digital. Menurutnya, ancaman terhadap anak semakin kompleks, mulai dari paparan media sosial, menurunnya kualitas komunikasi dalam keluarga, hingga meningkatnya persoalan kesehatan mental.

Ia menegaskan bahwa kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui kedekatan emosional, komunikasi yang sehat, dan penguatan fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dalam perlindungan anak.

Jasra juga menyoroti fenomena fatherless yang masih menjadi persoalan di Indonesia. Menurutnya, pengasuhan yang optimal harus mengedepankan prinsip non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak untuk hidup dan berkembang, serta penghormatan terhadap partisipasi anak dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan dirinya.

Sementara itu, Ketua PP 'Aisyiyah Rohimi Zamzam menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Di tengah tingginya penggunaan gawai dan media sosial, penguatan tauhid, komunikasi yang hangat, dan keteladanan orang tua menjadi kunci keberhasilan pengasuhan.

"Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari," ujarnya.

Rohimi juga memperkenalkan Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak sebagai salah satu ikhtiar memperkuat sistem pengasuhan. Gerakan tersebut melibatkan keluarga, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, serta berbagai majelis di lingkungan Persyarikatan untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Menurutnya, pengasuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.

Melalui pengajian bulanan ini, PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang kajian yang membahas isu-isu strategis keumatan dan kebangsaan. Penguatan ketahanan keluarga, pendidikan berbasis nilai Islam, serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi Indonesia yang berkarakter, tangguh, dan berkemajuan.