Soal Makan Bergizi Gratis, Muhammadiyah Soroti Tantangan di Lapangan dan Berikan Solusi Konkret

Soal Makan Bergizi Gratis, Muhammadiyah Soroti Tantangan di Lapangan dan Berikan Solusi Konkret
Ilustrasi/ Foto: ANTARA.

TVMU.TV - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ramai diperbincangkan. Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa Muhammadiyah telah lebih dahulu menginisiasi program serupa.

Pernyataan ini disampaikannya pada Sabtu (11/10) di Bojonegoro, sekaligus menegaskan posisi kritis sekaligus konstruktif organisasinya.

“Peran kebangsaan, kemasyarakatan sebagai panggilan dari jiwa pengkhidmatan Muhammadiyah untuk bangsa dan negara. Maka kami punya semangat mendukung untuk yang tentu semuanya positif, dan kalau ada hal-hal yang kurang, masalah, kami memberikan masukan,” kata Haedar.

Haedar mengungkapkan bahwa setelah program MBG berjalan, Muhammadiyah kemudian melakukan penandatanganan MoU dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan membentuk Koordinasi Nasional (Kornas). Namun, dia mengakui bahwa program baru ini tidak langsung berjalan mulus dan masih memerlukan perbaikan berkelanjutan.

Kritik Obyektif dan Solusi Nyata dari Lapangan

Haedar menekankan bahwa setiap kritik yang dilontarkan Muhammadiyah selalu dilandasi argumentasi kuat dan didasari oleh pengalaman di lapangan.

“Muhammadiyah melakukan kritik sebagai bagian dari usaha untuk membangun bangsa,” tuturnya.

Salah satu catatan penting yang disampaikan adalah mengenai masalah teknis dapur. Haedar menyoroti ketidaksiapan banyak sekolah dalam menyediakan fasilitas memasak yang memadai.

“Tidak semua sekolah berkemampuan untuk punya dapur. Oleh karena itu, menurutnya masih diperlukan dapur utama dengan didukung dapur-dapur satelit. Sehingga masalah makanan yang tidak layak konsumsi bisa dihilangkan,” jelasnya.

“Ini masukan bagi BGN untuk selalu waspada dalam pengawasan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Pesan Bijak di Tengah Hiruk-Pikuk Informasi

Di akhir pernyataannya, Haedar berpesan agar seluruh bangsa Indonesia menyikapi berbagai situasi dengan kepala dingin dan tidak tergopoh-gopoh. Dia mengingatkan bahwa kondisi sosial dan psikologis masyarakat saat ini rentan dipengaruhi oleh arus informasi, terutama dari media sosial.

Dengan sikap ini, Muhammadiyah tidak hanya sekadar mendukung atau mengkritik, tetapi aktif terlibat dalam memberikan solusi praktis berdasarkan pengalamannya yang panjang, demi suksesnya program nasional untuk membangun generasi bangsa yang lebih sehat.