Menhaj Tinjau Saudi German Hospital Madinah, Fokus Tingkatkan Layanan Jemaah Haji Indonesia

Menhaj Tinjau Saudi German Hospital Madinah, Fokus Tingkatkan Layanan Jemaah Haji Indonesia
Menhaj RI, Mochammad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, melakukan kunjungan strategis ke Saudi German Hospital, Rabu (3/6/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochammad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, melakukan kunjungan strategis ke Saudi German Hospital, Rabu (3/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama layanan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan jutaan warga Indonesia yang menunaikan ibadah haji dan umrah memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas di Tanah Suci.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Irfan mengungkapkan bahwa penjajakan kerja sama dengan sejumlah fasilitas kesehatan di Arab Saudi telah berlangsung selama satu tahun terakhir. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat kemitraan dengan Saudi German Hospital yang selama ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi jemaah Indonesia di Madinah.

“Kami menyadari kolaborasi ini sangat krusial mengingat tingginya mobilitas jemaah Indonesia yang menjalankan ibadah di Arab Saudi setiap tahunnya,” ujarnya.

Menurut Gus Irfan, evaluasi terhadap layanan kesehatan menunjukkan masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama terkait koordinasi dan komunikasi antarlembaga. Ia menyoroti pentingnya penyelarasan prosedur pemulangan pasien, pengelolaan rekam medis rujukan, hingga mekanisme pemindahan pasien ke fasilitas kesehatan lain agar pelayanan berjalan lebih efektif.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap layanan kesehatan bagi jemaah yang mengikuti program safari wukuf maupun jemaah yang mengalami gangguan kesehatan saat proses perpindahan dari Makkah ke Madinah.

“Koordinasi yang matang diperlukan agar jemaah tetap mendapatkan perawatan terbaik tanpa mengabaikan kesempatan mereka untuk beribadah,” kata Gus Irfan.

Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama kesehatan menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah warga Indonesia yang berkunjung ke Arab Saudi setiap tahun mencapai sekitar tiga juta orang, baik untuk keperluan haji maupun umrah. Dengan jumlah tersebut, dukungan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah.

Sementara itu, Direktur Saudi German Hospital, Tamel El Damak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani 69 jemaah haji Indonesia selama gelombang pertama kedatangan jemaah di Madinah.

Menurutnya, seluruh pasien mendapatkan pelayanan medis sesuai standar rumah sakit hingga kondisinya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah guna mengikuti rangkaian ibadah haji.

Ia juga menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan asuransi dan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Komitmen tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi kendala administratif maupun miskomunikasi yang dapat memengaruhi pelayanan kepada jemaah.

Melalui penguatan kemitraan ini, pemerintah berharap layanan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi semakin terintegrasi, sehingga setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan optimal.