PLN Goes to School, Siswa SDIT Al Muhajirin Diajak Jadi Generasi Penjaga Energi Masa Depan

PLN Goes to School, Siswa SDIT Al Muhajirin Diajak Jadi Generasi Penjaga Energi Masa Depan
Manager PLN UP3 Pondok Kopi, Ari Tirtaprawita, menyampaikan edukasi kelistrikan kepada siswa-siswi SDIT Al Muhajirin melalui kegiatan PLN Mengajar dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Foto: PLN UID Jakarta Raya.

TVMU.TV - PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pondok Kopi terus mengintensifkan edukasi kelistrikan kepada generasi muda melalui program PLN Goes to School. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar siswa SDIT Al Muhajirin dengan mengusung tema “Mengenal Energi Listrik: Anak Indonesia Penjaga Energi Masa Depan.”

Program ini bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya penggunaan listrik yang aman, hemat, dan bertanggung jawab. Melalui pendekatan yang interaktif, PLN berharap dapat membangun kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan energi dan lingkungan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa pendidikan mengenai energi listrik perlu diperkenalkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memahami peran penting energi dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak adalah generasi yang akan menentukan masa depan energi Indonesia. Melalui program PLN Goes to School, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa listrik merupakan kebutuhan penting yang harus digunakan secara aman, hemat, dan bijak. Dengan pemahaman sejak dini, kami berharap lahir generasi yang peduli terhadap keberlanjutan energi dan lingkungan,” ujar Andy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal proses perjalanan listrik dari pembangkit hingga sampai ke rumah pelanggan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai manfaat listrik, penggunaan peralatan listrik yang aman, serta cara sederhana menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan melalui permainan edukatif, diskusi interaktif, dan simulasi yang dirancang sesuai usia peserta. Metode ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep kelistrikan sekaligus meningkatkan antusiasme selama kegiatan berlangsung.

Manager PLN UP3 Pondok Kopi, Ari Tirtaprawita, mengatakan anak-anak memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar energi, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Anak-anak bukan hanya pengguna listrik di masa depan, tetapi juga penjaga energi bangsa. Dengan mengenalkan pentingnya keselamatan dan efisiensi energi sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih peduli, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan energi untuk Indonesia yang lebih maju,” kata Ari.

Sementara itu, pihak SDIT Al Muhajirin menyambut positif program edukasi tersebut. Menurut pihak sekolah, materi yang disampaikan PLN tidak hanya menambah wawasan siswa tentang kelistrikan, tetapi juga membangun kebiasaan menggunakan energi secara lebih hemat dan aman.

Program PLN Goes to School menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan literasi energi masyarakat sejak usia dini. Melalui edukasi berkelanjutan, PLN berharap dapat menciptakan generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan ketenagalistrikan serta penggunaan energi yang efisien untuk mendukung masa depan yang berkelanjutan.