Abdul Mu’ti Nilai Pendidikan Harus Jadi Ruang Tumbuh Potensi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Abdul Mu’ti Nilai Pendidikan Harus Jadi Ruang Tumbuh Potensi Anak Menuju Indonesia Emas 2045
Mendikdasmen sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan di Aula Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan pendidikan harus menjadi ruang bagi setiap anak Indonesia untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaiknya. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci dalam memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan di Aula Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa maju karena didukung wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar. Namun, potensi tersebut hanya dapat menjadi kekuatan apabila diiringi peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menilai bonus demografi bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang strategis yang harus dikelola melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Banyak anak-anak kita memiliki prestasi luar biasa, baik akademik maupun nonakademik. Semua itu harus terus kita tumbuhkan agar menjadi kekuatan bangsa,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pendidikan, menurutnya, harus membentuk manusia Indonesia secara utuh dengan mengembangkan kecerdasan intelektual, karakter, spiritualitas, dan kesehatan fisik secara seimbang.

Dengan pendekatan tersebut, sistem pendidikan di Indonesia tidak lagi bersifat dikotomis, melainkan holistik dan integratif sehingga mampu melahirkan generasi yang siap menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi.

“Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang berakal, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT. Karena itu, setiap anak harus diberi ruang untuk menemukan potensi terbaiknya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas dan komitmen para pendidik. Guru, kata Abdul Mu’ti, tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan sebagai pembimbing yang mampu mengenali dan mengembangkan bakat setiap peserta didik.

“Sebagai pendidik, kita harus menjadi pemandu bakat. Jangan pernah lelah membimbing anak-anak karena yang kita bangun bukan hanya kecerdasan akademik, tetapi masa depan mereka,” pesannya.

Abdul Mu’ti berharap seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dapat bersama-sama menciptakan ekosistem pembelajaran yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Dengan demikian, bonus demografi dapat menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berdaya saing, berkarakter, dan berkemajuan.