Syafiq A. Mughni: Penguatan Integritas Kunci Menjawab Krisis Kebangsaan

Syafiq A. Mughni: Penguatan Integritas Kunci Menjawab Krisis Kebangsaan
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni saat menjadi pembicara dalam Sesi XVIII “Tukar Pikiran tentang Isu-Isu Keumatan, Kebangsaan, dan Kenegaraan” pada rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (26/7). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa krisis integritas dan kejujuran menjadi akar berbagai persoalan yang dihadapi umat, bangsa, dan negara saat ini. Karena itu, pembangunan umat Islam harus diarahkan pada penguatan kualitas moral dan akhlak, bukan sekadar mengejar kuantitas.

Hal tersebut disampaikan Syafiq saat menjadi pembicara dalam Sesi XVIII “Tukar Pikiran tentang Isu-Isu Keumatan, Kebangsaan, dan Kenegaraan” pada rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (26/7).

Kongres yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 itu mempertemukan para tokoh dan organisasi kemasyarakatan pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan serta merumuskan solusi atas tantangan yang dihadapi Indonesia.

Dalam paparannya, Syafiq mengatakan tantangan umat Islam saat ini telah bergeser. Jika pada masa lalu umat dihadapkan pada minority mentality, kini yang lebih penting adalah memperjelas peran strategis umat Islam dalam membangun bangsa.

Menurutnya, berbagai persoalan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi atau politik, tetapi juga berakar pada melemahnya integritas di berbagai sektor kehidupan.

Ia menyoroti masih tingginya tingkat korupsi, rendahnya budaya kejujuran di masyarakat, hingga maraknya pelanggaran integritas akademik, seperti plagiarisme dan kecurangan dalam ujian di perguruan tinggi.

“Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami akumulasi kemajuan, tetapi moral dan akhlak bersifat fluktuatif. Oleh karena itu, diperlukan gerakan yang berkelanjutan (sustainable) untuk memperbaiki moral dan akhlak umat serta bangsa,” tegas Syafiq.

Syafiq menilai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diimbangi dengan kualitas moral yang kuat. Karena itu, penguatan integritas harus menjadi agenda bersama seluruh elemen bangsa.

Ia juga mengajak umat Islam untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia melalui keteladanan akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab di berbagai bidang kehidupan.

“Melalui penguatan kualitas akhlak dan integritas ini, diharapkan umat Islam Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.

Menurut Syafiq, penguatan moral tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan gerakan yang berkesinambungan melalui pendidikan, keteladanan, dan pembinaan karakter.

Forum diskusi KUII VIII pun menekankan bahwa peningkatan kualitas moral dan integritas merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa yang maju, berkeadilan, dan berdaya saing di tengah berbagai tantangan global.