Syafiq Mughni Nilai Pentingnya Pemimpin Visioner dan Berkomitmen Tinggi
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni menegaskan pentingnya kriteria kepemimpinan yang berorientasi masa depan guna menjawab dinamika tantangan zaman. Jajaran pimpinan di seluruh tingkatan Persyarikatan dituntut memiliki integritas komitmen yang kuat serta wawasan luas untuk memproyeksikan arah gerakan organisasi hingga 10 hingga 20 tahun mendatang.
Pesan strategis tersebut disampaikan oleh Syafiq saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah DKI Jakarta di Aula Ir. Djoeanda, Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, pada Jumat, 18 September 2026.
Syafiq menegaskan bahwa komitmen dan keteguhan sikap (istikamah) merupakan fondasi paling mendasar bagi siapa saja yang mengemban amanah di lingkungan Muhammadiyah, terutama saat berhadapan dengan dinamika serta ujian organisasi.
“Menjadi pimpinan itu haruslah orang-orang yang punya komitmen terhadap Muhammadiyah. Dalam situasi apa pun tetap istikamah, tetap berjuang, dan berjihad melalui Muhammadiyah,” ujar Syafiq di Jakarta.
Guna memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang sehat, Syafiq mengingatkan para pemegang hak suara agar mencermati rekam jejak (track record) para calon pemimpin sebelum memberikan mandat kepemimpinan. Niat ikhlas berkhidmat harus menjadi tolok ukur utama.
“Lihatlah bagaimana komitmennya, bagaimana rekam jejaknya, apakah benar-benar berjuang atau hanya seolah-olah berjuang. Tentu, hal itu harus menjadi pertimbangan bagi kita semua,” katanya.
Sejalan dengan spirit Islam Berkemajuan, Syafiq menggarisbawahi bahwa komitmen moral saja tidak cukup. Seorang pimpinan Muhammadiyah wajib dibekali wawasan makro yang adaptif agar mampu membawa organisasi bertransformasi secara berkelanjutan.
“Wawasan pimpinan harus luas, tidak boleh sempit. Harus berpikiran jauh ke depan, tidak hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk 10 atau 20 tahun yang akan datang,” tegas Syafiq.
Ia memungkas bahwa perpaduan antara komitmen pengabdian dan pandangan visioner jangka panjang akan menjadi modal utama Muhammadiyah dalam menjaga relevansi dakwah dan melayani masyarakat di masa depan.
