Tapak Suci World Championship 2 di Malang, 763 Pesilat dari 24 Negara Adu Jurus Perebutkan Medali
Sebanyak 763 pesilat yang berasal dari 24 negara dari seluruh dunia berkumpul dalam Kejuaraan Dunia Tapak Suci ke-2 di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang pada Jumat (1/8).
TVMU.TV - Sebanyak 763 pesilat yang berasal dari 24 negara dari seluruh dunia berkumpul dalam Kejuaraan Dunia Tapak Suci ke-2 di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang pada Jumat (1/8).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy, dan Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo.
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pencapaian-pencapaian dan kiprah dari Tapak Suci Muhammadiyah.
“Saya kenal Muhammadiyah juga melalui Tapak Suci di Kota Malang sejak tahun 1975. Berbanggalah kalian yang menjadi anggota Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Tapak suci adalah bagian dari perguruan silat Indonesia, maka kalian harus berbangga karena kalian meniti talenta di dunia persilatan,” ujar Muhadjir.
Senada dengan Muhadjir, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengapresiasi peran Tapak Suci sebagai Duta Muhammadiyah di mana kiprahnya telah menjadikan tapak suci bukan sekedar olahraga belaka, melainkan juga bagian dari pembentukan karakter yang didasari oleh olah pikiran, rasa, dan hati.
“Tapak Suci telah menjadi duta muhammadiyah bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Langkah ini tentu patut didukung untuk menjadikan tapak suci tidak hanya sebagai olahraga, namun juga menjadikannya sebagai bagian dari pembentukan karakter dengan olah pikir, olah rasa dan olah hati,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo mengungkap bahwa capaian gemilang yang telah dicapai Tapak Suci akan terus diusahakan agar dapat meningkatkan kualitas kader dan atlet.
“Untuk terus menggapai capaian yang gemilang, pada saat muktamar tapak suci yang lalu telah mengamanatkan kepada kita untuk meningkatkan kualitas kader dan atlet. Oleh karena itu, kita membuat petak jalan bagaimana agar atlet kita berkualitas, siswa kita berkarakter, dan bisa mempertahankan tradisi yang ada,” terang Afnan.
