UM Palembang Bedah Buku Jihad Kewiraswastaan Menolong Diri dan Umat

UM Palembang menggelar Bedah Buku Jihad Kewiraswastaan Menolong Diri dan Umat karya Bambang Setiaji selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah guna menguatkan motivasi wirausaha mahasiswa.

UM Palembang Bedah Buku Jihad Kewiraswastaan Menolong Diri dan Umat
UM Palembang menggelar Bedah Buku Jihad Kewiraswastaan Menolong Diri dan Umat karya Bambang Setiaji selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah di Aula Gedung KH Faqih Usman UM Palembang, Sabtu (5/10). Foto: UM Palembang.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menggelar Bedah Buku Jihad Kewiraswastaan Menolong Diri dan Umat karya Bambang Setiaji selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah guna menguatkan motivasi wirausaha mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung KH Faqih Usman UM Palembang ini turut menghadirkan Supli Effendi Rahim, Yudha Mahrom dan Antoni sebagai narasumber pada Sabtu (5/10).

Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor UM Palembang Abid Djazuli, jajaran wakil dekan UM Palembang, dan dosen.

Wakil Rektor I UM Palembang, Ahmad Roni mengatakan bahwa wiraswasta, sebuah istilah yang sering didengar, serta merupakan suatu aktivitas yang tak hanya mencari keuntungan finansial semata, tetapi juga sebagai wujud perjuangan untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.

Dalam konteks Islam, ia mengatakan konsep berwiraswasta bisa dipahami sebagai bagian dari jihad, yakni perjuangan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memperluas kebaikan

Roni menjelaskan jihad dalam Islam tidak hanya terbatas pada perang fisik atau konflik bersenjata, tapi secara luas mencakup usaha atau perjuangan dalam mencapai tujuan yang baik dan mulia.

Menurut dia, hal ini mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk spiritual, sosial, ekonomi, dan pribadi.

Selanjutnya, Roni menjelaskan aspek penting dari jihad adalah perjuangan spiritual untuk meningkatkan keimanan, mengalahkan hawa nafsu, dan memperbaiki diri. Hal ini bisa berupa usaha untuk meningkatkan ibadah, memperdalam pengetahuan agama, atau memperbaiki akhlak

Ia mengatakan, salah satu interpretasi modern dari jihad adalah jihad ekonomi, yang mencakup usaha untuk memperkuat ekonomi umat dan memerangi kemiskinan melalui berbagai inisiatif ekonomi.

Bahkan, lanjut Roni, wirausaha dapat dianggap sebagai bentuk jihad ekonomi, dimana individu berjuang untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberdayakan ekonomi umat secara keseluruhan.

Selain itu, Roni menekankan bahwa dalam segala bentuknya, harus dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan.

“Ini berarti bahwa dalam berwirausaha sebagai jihad ekonomi, individu harus bertindak secara etis, dan berusaha untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan,” sebutnya.

VIDEO: Program Unggulan PPL Internasional FKIP UM Palembang