KKN 43 UMJ Dorong Digitalisasi Pelayanan Desa hingga Edukasi Cyberbullying

KKN 43 UMJ Dorong Digitalisasi Pelayanan Desa hingga Edukasi Cyberbullying
Penutupan KKN Kelompok 43 UMJ di Gedung Kantor Desa Waru, Parung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/8). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu.

TVMU.TV - Rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 43 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, resmi berakhir. Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa menggarap sejumlah program yang menyentuh pemerintahan desa, pendidikan, pemberdayaan pemuda, hingga digitalisasi pelayanan publik.

Penutupan KKN berlangsung di Gedung Kantor Desa Waru, Parung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus evaluasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan bersama masyarakat dan pemerintah desa.

Salah satu fokus KKN Kelompok 43 adalah membantu penguatan tata kelola pemerintahan Desa Waru. Mahasiswa turut membantu pemerintah desa menyusun draf peraturan desa sebagai bagian dari upaya mendukung administrasi dan tata kelola pemerintahan agar lebih terarah.

Selain itu, mahasiswa mengembangkan Spot Center yang dilengkapi tata tertib lapangan dan identitas atau branding. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas di lingkungan setempat.

Edukasi Cyberbullying hingga Bengkel Gratis

Di sektor pendidikan, mahasiswa KKN Kelompok 43 UMJ memberikan edukasi mengenai cyberbullying kepada siswa SMP Negeri 1 Parung.

Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak perundungan di dunia maya serta mendorong penggunaan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Pengabdian juga menyasar pemberdayaan pemuda. Mahasiswa berkolaborasi dengan Karang Taruna melalui program bengkel gratis sepeda motor.

Program tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda setempat sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui layanan yang berkaitan dengan kebutuhan kendaraan sehari-hari.

Sementara itu, dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik, mahasiswa turut membantu proses pelayanan di Kantor Desa Waru. Salah satunya melalui pendampingan pembuatan surat yang dibutuhkan masyarakat.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa KKN tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada penyelesaian kebutuhan yang ditemui mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 43 KKN UMJ, Makroen Sanjaya, turut memberikan arahan selama pelaksanaan program pengabdian mahasiswa.

Dari sisi pemerintah desa, kehadiran mahasiswa juga menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung sejumlah kebutuhan masyarakat. Sekretaris Desa Waru, Syamsudin, dan Sekretaris TP-PKK Desa Waru, Nuri Maryati, turut hadir dalam rangkaian penutupan KKN.

Pengabdian Berlanjut Setelah KKN Berakhir

Berakhirnya KKN Kelompok 43 UMJ di Desa Waru tidak serta-merta mengakhiri nilai pengabdian yang telah dibangun selama mahasiswa berada di tengah masyarakat.

Program di bidang pemerintahan, pendidikan, kepemudaan, dan pelayanan publik diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat serta pemerintah desa.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Melalui KKN, mahasiswa UMJ tidak hanya hadir untuk menjalankan program, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dan membangun kolaborasi untuk menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat.