KKN UMJ Edukasi Ibu-Ibu PKK Desa Waru agar Bijak Menggunakan AI
TVMU.TV - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, teknologi ini juga membawa risiko penyalahgunaan yang perlu dipahami masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kelompok 43 melalui penyuluhan bertema “Bahaya AI, Penyalahgunaan AI, dan Pemanfaatan AI Secara Bijak” di wilayah RW 06, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh KKN UMJ Kelompok 43 Subkelompok D tersebut menyasar ibu-ibu PKK. Edukasi diberikan untuk meningkatkan literasi digital sekaligus mengenalkan cara menggunakan AI secara aman, kritis, dan produktif.
Kenalkan Risiko AI dalam Kehidupan Sehari-hari
Penyuluhan diawali dengan pemutaran dokumenter singkat mengenai perkembangan AI dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan media sosial.
Tayangan tersebut juga memperlihatkan sejumlah risiko penggunaan AI tanpa pengetahuan dan pengawasan yang memadai. Setelah itu, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian AI, bentuk penyalahgunaan, serta potensi dampaknya, termasuk penyebaran informasi palsu, penipuan digital, dan manipulasi konten.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami peserta yang sebagian di antaranya baru mengenal teknologi AI.
Selain membahas risikonya, mahasiswa KKN juga menekankan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Peserta diperkenalkan pada penggunaan AI untuk mencari informasi, membantu membuat tulisan sederhana, menyusun ide kegiatan, hingga mendukung aktivitas usaha.
Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian peserta. Dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN UMJ, para ibu mencoba menggunakan teknologi AI untuk pertama kalinya dan memperoleh pemahaman mengenai cara memberikan perintah atau prompt yang sesuai.
Warga Diajak Kritis terhadap Informasi dari AI
Antusiasme peserta berlanjut dalam sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan keamanan data pribadi, cara membedakan informasi asli dan konten yang dibuat AI, hingga dampak penggunaan AI terhadap anak dan keluarga.
Mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan AI. Peserta juga diajak tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemampuan AI dalam menghasilkan teks, gambar, audio, maupun video dapat membuat konten buatan mesin semakin sulit dibedakan dari informasi yang benar.
Melalui kegiatan tersebut, KKN UMJ Kelompok 43 Subkelompok D berharap ibu-ibu PKK Desa Waru tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi baru, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif dan bertanggung jawab.
Edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memperkuat literasi digital masyarakat. Transformasi digital diharapkan tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan dan dunia kerja, tetapi juga tumbuh dari keluarga dan komunitas masyarakat.
