UMP Resmikan Kebun Kedokteran Herbal di Banyumas, Dorong Inovasi Pengobatan Berbasis Bahan Alam
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi meluncurkan Kebun Kedokteran Herbal di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (10/8/2026). Langkah ini memantapkan posisi UMP sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengusung keunggulan spesifik di bidang kedokteran herbal.
Peresmian fasilitas tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) Desa Binaan FK UMP serta pembukaan Pengabdian Masyarakat Internasional bertajuk Second International Health and Medical Community (IHAMC).
Pengembangan kebun obat ini bertujuan mengintegrasikan kearifan lokal Banyumas ke dalam kurikulum pendidikan, riset medis, hingga hilirisasi produk pengobatan herbal berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine).
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UMP, Dr. dr. Muhammad Fadhol Romdhoni, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan kebun ini menjadi sarana edukasi langsung dari hulu ke hilir bagi para calon dokter.
“Visi dari FK UMP adalah terkait kedokteran yang unggul di bidang herbal. Dengan memanfaatkan kearifan lokal di Indonesia, khususnya Banyumas, Fakultas Kedokteran mengangkat pendekatan herbal untuk menangani kesehatan masyarakat,” ujar Fadhol.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi dapat mengamati langsung fisik tanaman herbal seperti keji beling, stevia, hingga pare, serta mengolahnya melalui workshop pascapanen.
“Harapannya ini bermanfaat untuk masyarakat dan kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri terkait urusan pengobatan berbasis tanaman,” tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Rektor III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si. Ia menjelaskan bahwa lokasi kebun di Desa Karangsari sangat strategis karena berdekatan dengan Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP. Kedekatan fisik ini diyakini memperlancar proses riset, pemeliharaan, hingga pengolahan hasil panen secara berkelanjutan.
Langkah strategis UMP turut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Persyarikatan Muhammadiyah dan Pemerintah Daerah setempat. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Assoc. Prof. Dr. Ibnu Hasan, M.S.I., menyebut program ini sebagai terobosan besar yang membuka ruang kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan penyedia layanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, yang hadir mewakili Bupati Banyumas, menyambut baik kontribusi UMP dalam mengoptimalkan potensi keanekaragaman hayati daerah.
“Keberadaan Kebun Kedokteran Herbal bukan sekadar menghadirkan ruang budidaya tanaman obat, tetapi langkah nyata mengembangkan potensi lokal menjadi sumber pengetahuan, pendidikan, penelitian, serta pemberdayaan masyarakat,” tutur Dani.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I UMP Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., Ketua PDM Banyumas Drs. H. M. Djohar, M.Pd., perwakilan Direktur RSUD Soeselo Slawi, jajaran Muspika Kembaran, serta pimpinan civitas akademika FK UMP. Through program integrasi desa binaan dan pengabdian internasional ini, UMP optimistis dapat memacu budaya hidup sehat sekaligus menggerakkan roda ekonomi berbasis tanaman obat bagi warga lokal.