UMJ Beri Pembekalan Akhir kepada Mahasiswa KKN
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memberikan pembekalan akhir kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Jakarta Pusat, Kamis (4/9).
Program kolaborasi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jakarta Pusat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat ini diikuti oleh 64 mahasiswa dan 6 dosen pendamping.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMJ, Tri Yuni Hendrawati mengatakan kegiatan berkolaborasi KKN ini merupakan bagian dari program bersama untuk menjadikan Jakarta Pusat menjadi lebih baik.
Ia menjelaskan program yang dilakukan berupa peningkatan literasi sekolah, pengajaran, perbaikan fasilitas pendidikan, edukasi mitigasi bencana kebakaran, dan lainnya.
"Saya berharap kegiatan ini mempererat hubungan antara UMJ dan masyarakat serta berkelanjutan dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujarnya.
Lalu, Ketua PDA Jakarta Pusat, Syamsidar Siregar menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.
Dia menambahkan kolaborasi KKN UMJ dengan PDA ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan.
"Mudah-mudahan apa yang dipraktikkan para mahasiswa menjadi pengalaman luar biasa dan bekal untuk menjadi lulusan yang hebat serta bermanfaat bagi masyarakat," ucap Syamsidar.
Syamsidar mengungkapkan, tahun ini KKN dilakukan di TK dan Madrasah 'Aisyiyah yang berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
Dirinya berharap kedepannya kegiatan KKN bisa dilaksanakan tidak hanya di sekolah-sekolah Muhammadiyah, tetapi juga di luar lingkungan Muhammadiyah agar mahasiswa UMJ bisa lebih luas menjangkau masyarakat.
Sementara itu, Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin memberikan apresiasi kepada UMJ yang telah menjalankan KKN selama satu bulan di TK dan madrasah Aisyiyah se-Jakarta Pusat.
Ia berharap kegiatan ini bisa memperkuat kolaborasi antara civitas akademika dengan pemerintah dan masyarakat.
"Saya senang UMJ hadir di Jakarta Pusat karena kita bisa saling berbagi ide dan solusi dari perspektif akademis untuk meningkatkan kualitas kota, baik di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, budaya, dan lainnya," ujarnya.
Selain itu, Arifin juda mendorong mahasiswa untuk terus menuntut ilmu. Menurutnya, menuntut dan mengimplementasikan ilmu bisa memberikan kontribusi nyata untuk membangun Jakarta Pusat yang lebih baik.
"Hidup kita berubah karena pendidikan. Jangan berhenti di S1, lanjutkan ke S2 dan S3," pungkas Arifin.