UMP Perkuat Diplomasi Bahasa Indonesia, BIPA Berbasis Teknologi Siap Menjangkau Dunia
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperkuat upaya internasionalisasi bahasa Indonesia melalui Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran guna memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa internasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Lokakarya BIPA UMP 2026 bertajuk “Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran BIPA Era Digital” yang digelar secara hybrid di UMP Tower Lantai 10, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini diikuti pengajar BIPA, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi di dalam maupun luar negeri.
Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di era digital.
Dalam sambutannya, Condro mengungkapkan bahwa program BIPA UMP menunjukkan perkembangan yang signifikan dan memiliki daya saing di tingkat internasional. Menurutnya, pengelolaan program yang terstruktur serta dukungan kurikulum yang adaptif mampu mempercepat proses penguasaan bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing.
“Mahasiswa asing kami rata-rata hanya membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan untuk bisa produktif. Mereka sudah lancar menggunakan bahasa Indonesia dasar untuk percakapan sehari-hari,” ungkap Condro.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan metode pembelajaran yang diterapkan UMP, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu penyelenggara program BIPA yang berkembang pesat di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya BIPA UMP 2026, Ayu Ratna Ningtyas, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan menuntut pengajar untuk terus berinovasi dalam menyajikan materi pembelajaran yang menarik dan relevan.
“Kami merancang lokakarya ini sebagai wadah kolaborasi, berbagi inovasi, dan pengalaman berharga,” ujar Ayu saat memberikan keterangan di Purwokerto, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, penggunaan aplikasi interaktif dan berbagai platform digital mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran serta memudahkan pengajar menjangkau peserta dari berbagai negara.
Lokakarya tersebut juga menghadirkan Editia Herningtias, M.Hum., pengajar BIPA yang memiliki pengalaman mengajar di Italia, Turki, dan Belarus. Kehadiran narasumber internasional tersebut memberikan wawasan mengenai strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pemelajar asing dari beragam latar belakang budaya.
Keberhasilan pengembangan program BIPA turut mendapat apresiasi dalam berbagai kegiatan monitoring dan evaluasi program internasional. Tim asesor menilai tata kelola BIPA UMP berjalan secara sistematis dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang positif bagi mahasiswa asing.
Melihat perkembangan tersebut, Condro optimistis BIPA UMP dapat berkembang menjadi pusat unggulan atau center of excellence dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.
“Generasi sekarang merupakan anak kandung digitalisasi. Kondisi ini menuntut pengajar BIPA untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengemas materi pembelajaran BIPA yang interaktif,” pungkasnya.
Melalui penguatan teknologi digital dan jejaring internasional, UMP berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus mendukung diplomasi budaya Indonesia melalui pendidikan.