Dua Dosen UMJ Raih Pendanaan Riset RIIM BRIN 2026, Kembangkan Inovasi Pendidikan Inklusif dan Kesehatan Neonatal

Dua Dosen UMJ Raih Pendanaan Riset RIIM BRIN 2026, Kembangkan Inovasi Pendidikan Inklusif dan Kesehatan Neonatal
Dua dosen UMJ berhasil memperoleh pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Tahun 2026 dari BRIN untuk mengembangkan inovasi di bidang pendidikan inklusif dan kesehatan neonatal. Foto: UMJ.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kembali mencatatkan prestasi di bidang riset. Dua dosennya berhasil memperoleh pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Tahun 2026 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan inovasi di bidang pendidikan inklusif dan kesehatan neonatal.

Keberhasilan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Nomor 106/II.7/HK/2026 tertanggal 22 Juni 2026. Dua penerima pendanaan itu adalah Dr. Suharsiwi, M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ, dan Dr. Yani Sofiani, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB., dosen Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UMJ.

Dr. Suharsiwi memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Pengembangan dan Validasi Sistem Terintegrasi untuk Identifikasi Dini, Pengambilan Keputusan, dan Intervensi dalam Pendidikan Inklusif di Indonesia dengan Benchmarking Australia.”

Penelitian tersebut bertujuan mengembangkan sistem yang mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan berbasis bukti dan pengambilan keputusan yang lebih efektif.

Sementara itu, Dr. Yani Sofiani lolos pendanaan melalui riset berjudul “Pengembangan Sistem Monitoring Neonatal Terintegrasi MIMOS NOPI V1.0 Berbasis Inkubator Portable untuk Sistem Real Time Non Invasif dengan IoT dan Cloud.”

Riset tersebut diharapkan dapat menghadirkan inovasi pemantauan kondisi bayi baru lahir secara real time, mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan neonatal, sekaligus memperkuat transformasi digital di sektor kesehatan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMJ, Prof. Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si., mengapresiasi capaian kedua dosen tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan daya saing dosen UMJ dalam menghasilkan penelitian yang inovatif dan kompetitif di tingkat nasional.

“Keberhasilan dua dosen UMJ memperoleh pendanaan RIIM Kompetisi Tahun 2026 merupakan pencapaian yang membanggakan bagi Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kami berharap penelitian yang dilaksanakan dapat menghasilkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi UMJ dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi UMJ, Selasa (21/7).

Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen UMJ dalam membangun ekosistem riset yang unggul melalui pengembangan inovasi di berbagai bidang strategis.

LPPM UMJ, lanjutnya, akan terus mendorong para dosen untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan nasional.

Pendanaan RIIM BRIN sendiri merupakan salah satu skema pendanaan riset kompetitif yang bertujuan memperkuat ekosistem penelitian nasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia. Dengan keberhasilan ini, UMJ semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mengembangkan riset berkualitas dan berorientasi pada solusi bagi kebutuhan masyarakat.